Breaking News:

Tekan Angka Penyebaran Covid-19, Edi Kamtono Minta Semua Warga Pontianak Dukung PPKM Secara Ketat

Hal tersebut dilakukan guna menekan angka penularan Covid-19 di Kota Pontianak yang saat ini terjadi peningkatan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono meminta masyarakat Kota Pontianak mendukung atas kebijakan yang diambil.

Yakni kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat selama 14 hari yang akan dimulai pada Senin 14 Juni 2021 mendatang.

Hal tersebut dilakukan guna menekan angka penularan Covid-19 di Kota Pontianak yang saat ini terjadi peningkatan.

"Lima hari sosialisasi dan mulai senin 14 Juni 2021 atau dua pekan kita akan PPKM ketat. Jadi saya minta warga kota Pontianak semuanya ikut bersama-sama mendukung program ini. Karena kita mau mengurangi dan kita mau mengevaluasi apakah ada hasil penurunan atau seperti apa hasilnya jika PPKM secara ketat ini diterapkan. 14 hari saja kita minta," kata Edi Rusdi Kamtono.

Selama penerapan PPKM secara ketat, Edi mengungkapkan, bahwa seluruh masyarakat diwajibkan memakai masker.

Kasus Covid-19 di Kota Pontianak dikatakakannya sebanyak 248 yang isolasi, namun juga tingkat kesembuhan dikatakannya juga tinggi. 

Tingkat ketertularan juga tinggi kemarin 118.  Kemudian juga untuk tempat tidur isolasi covid-19 di rumah sakit di Kota Pontianak juga sudah meningkat mencapai lebih dari 80 persen.

Untuk itu, Edi mengingatkan kepada semua pihak agar bersama-sama untuk mengendalikan dan menekan angka penyeberan covid-19.

Dukung PPKM Secara Ketat, Satarudin: Sanksi Langgar Prokes Harus Ditegakkan Secara Maksimal dan Adil

Yang terpenting menurutnya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan covid-19 secara ketat.

"Untuk pelaku usaha ada tata cara proses, tapi kalau untuk masyarakat sudah pada cerdas masyarakat kota Pontianak. Bagaimana kita sehat, tinggal kita tingkatkan saja disiplin menahan diri dan bersabar untuk sementara waktu, supaya pontianak tetap aman dan nyaman, aktivitas ekonomi juga tetap bergerak," ujarnya.

Termasuk juga kegiatan pernikahan, meskipun diperbolehkan digelar, namun ia meminta agar penerapan protokol kesehatan harus secara ketat.

"Untuk acara pernikahan prokesnya harus dibatasi kapasitasnya 50 persen dari jumlah kapasitas yang ada, terus pakai masker, tidak berlama-lama -lama, jaga jarak dan jangan berkerumun," pungkas Edi Rusdi Kamtono.

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved