Kalbar Tercepat Pendataan IDM 2021, Sutarmidji Target 425 Desa Mandiri hingga Tahun 2023

Memperhatikan peningkatan status kemajuan dan kemandirian Desa saat ini, kita optimis target tersebut dapat dicapai

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Penandatanganan Berita Acara IDM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa 8 Juni 2021. 

Sementara  Wakapolda Kalimantan Barat, Brigjen Asep Safrudin menekankan pentingnya kesejahteraan masyarakat Desa, karena dengan itu bisa mengurangi permasalahan sosial di Desa, bagitupula yang disampaikan Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kodan XII Tpr telah mendukung kebijakan Gubernur dengan membentuk Satgas Desa Mandiri.

“Perlu adanya kerjasama antar stakeholder melalui peningkatan sinergitas TNI, POLRI dan Pemda bersama rakyat dalam pembangunan daerah sehingga masyarakat Kalbar lebih makmur dan sejahtera”, papar Asep Safrudin.

Hal serupa juga disampaikan Kajati Kalimantan Barat, DR. Mashudi, dia  menekankan pentingnya transparansi dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku dalam pembangunan desa

Sementara itu Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji dalam arahannya mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sampai dengan Tahun 2023 menargetkan 425 Desa Mandiri di Kalimantan Barat dapat terwujud.

"Memperhatikan peningkatan status kemajuan dan kemandirian Desa saat ini, kita optimis target tersebut dapat dicapai," jelas Sutarmidji.

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Nomor 303 Tahun 2020 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa, Provinsi Kalimantan Barat memiliki 214 Desa Mandiri dan menyisakan 12 Desa Sangat Tertinggal.

Peningkatan status kemandirian Desa menjadi sangat strategis yang memerlukan upaya dari semua pihak.

Informasi terkait situasi dan kondisi Desa yang tercantum melalui IDM dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak dalam melakukan intervensi sebagai langkah percepatan peningkatan status kemandirian Desa.

Bagi Pimpinan Perusahaan Sawit yang hadir secara virtual, agar mengetahui kondisi Desa disekitar lokasi perusahaan, sehingga dapat melakukan intervensi berdasarkan indikator yang tercantum dalam IDM sebagai upaya percepatan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Desa.

“Memalukan kalau masih ada desa yang di area perkebunan sawit tapi statusnya belum mandiri”, ungkapnya.

Program pembangunan tidak hanya difokuskan pada pencapaian Desa Mandiri, namun harus menjadi perhatian kita bersama, untuk menuntaskan status Desa Sangat Tertinggal.

Dari hasil updating data IDM Tahun 2021 tidak terdapat lagi Desa dengan status Sangat Tertinggal di Kalimantan Barat.

“Semua jenis bantuan yang masuk ke desa, seperti bantuan pangan yang diterima masyarakat berupa beras, minyak, dan bantuan pangan lainnya mestinya pengadaannya melalui BUMDes, agar BUMDes yang ada di Desa berkembang dengan baik”, tambah Bang Midji, panggilan akrabnya.

Berdasarkan Berita Acara hasil pemutakhiran Data Indeks Desa Membangun Tahun 2021 yang telah ditandatangani pada hari ini, jumlah Desa Mandiri menjadi 385 Desa atau meningkat 171 Desa dari tahun sebelumnya.

Sedangkan jumlah Desa Maju sebanyak 456 Desa, Desa Berkembang sebanyak 910 Desa dan Desa Tertinggal sebanyak 280 Desa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved