Breaking News:

Pengamat Politik Nilai Puan Maharani Layak Diusung PDI Perjuangan Jadi Capres 2024

Menurut Erdi, keunggulan pertama Puan ialah memiliki rekam jejak yang lengkap di dunia politik. Seperti diketahui, Puan pernah duduk di eksekutif

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Puan Maharani . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat politik Universitas Tanjungpura Pontianak Dr. Erdi menilai sosok Puan Maharani layak menjadi Presiden Republik Indonesia.

Dirinya menilai, politikus PDI Perjuangan itu punya kemampuan mumpuni dan memiliki sejumlah kelebihan yang tidak dimiliki oleh figur lain.

Menurut Erdi, keunggulan pertama Puan ialah memiliki rekam jejak yang lengkap di dunia politik. Seperti diketahui, Puan pernah duduk di eksekutif sebagai Menko PMK di periode pertama Presiden Jokowi dan sudah beberapa periode menjadi anggota legislatif.

Di partai tempatnya bernaung (PDI Perjuangan), Puan juga tercatat sebagai Ketua DPP selama beberapa periode kepengurusan.

"Track record Puan Maharani dalam panggung politik sudah sangat lengkap. Popularitas Puan Maharani dimulai tahun 2009; setelah ia terpilih sebagai anggota legislatif Pemilu 2009 dari Dapil Jawa Tengah V dengan perolehan suara terbanyak kedua tingkat nasional. Sebelumnya, Puan Maharani menjadi Ketua Bidang Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat pada DPP-PDIP periode 2005-2010. Pertama kali “nyaleg” tahun 2009 itu, Puan Maharani langsung mendapat suara terbanyak kedua dengan perolehan sebanyak 242.505 suara," katanya saat dijumpai di Pontianak, Selasa 8 Juni 2021.

"Kemudian, tahun 2014, saat kepemimpinan Presiden Jokowi, Puan Maharani dipercaya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia. Selama 5 tahun berkarir di Kabinet Kerja, ia meninggalkan jabatan strategis di DPP PDI Perjuangan dan putusan ini dicatat sebagai sikap kenegarawanan dari seorang Puan Maharani. Tahun 2019 yang lalu, Puan tidak lagi mencalonkan diri sebagai menteri karena ikut kontentasi di Pileg. Hasilnya, lewat dapil yang sama, dirinya terpilih sebagai Caleg dengan suara tertinggi, yakni 404.034 suara dan pada hari Senin, 30 September 2019, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pileg 2019 memutuskan Puan Maharani menjadi Ketua DPR RI tahun 2019-2024," sambungnya.

Keunggulan kedua, lanjut Erdi, ialah disokong oleh partai besar dengan militansi dan loyalitas kader yang luar biasa. Menurut Erdi, belum ada parpol di Indonesia yang loyalitas dan militansi kadernya mengalahkan PDI Perjuangan.

Hal itu dibuktikan dengan gerakan masif dari seluruh perangkat partai di semua tingkatan dalam memenangkan tiga kali Pemilu (1999, 2014, dan 2019).

"Keunggulan ketiga memiliki titisan kepemimpinan dari kakek dan ibu pemimpin. Seperti ibunya, Megawati Soekarnoputri yang dipilih Soekarno sebagai pemimpin masa depan. Puan pun mendapatkan pilihan itu dari ibunya, Megawati Soekarnoputri. Presiden Soekarno ketika menjadi Presiden RI telah membaca bakat salah satu anaknya, yakni Megawati sebagai sosok pemimpin masa depan," katanya.

"Dari 11 anak Soekarno, hanya Megawati yang sering diajak dalam acara kenegaraan sehingga kemudian hanya Megawati yang paling menonjol di panggung politik. Pengalaman yang sama juga dilakukan oleh Megawati kepada tiga anaknya. Ibunya memilih Puan untuk ikut dalam panggung politik, sementara dua anak lelakinya tidak terpilih mengikuti jejaknya di panggung politik. Puan yang merupakan anak dari Taufik Kemas satu-satunya menjadi logis dipilih Ibu Megawati karena PDI Perjuangan dibesarkannya bersama Bapak Taufik Kemas," terangnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved