Total Kasus Kematian Covid-19 di Kubu Raya Capai 21 Orang, Harisson : Kubu Raya Harus Berhati-hati
Maka dari itu, Harisson mengingatkan agar Kabupaten Kubu Raya berhati- hati dan harus gencar melakukan tracing dan testing.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan sampai 3 Juni 2021 kasus positif Covid-19 yang meninggal di Kubu Raya sudah mencapai 21 orang.
Maka dari itu, Harisson mengingatkan agar Kabupaten Kubu Raya berhati- hati dan harus gencar melakukan tracing dan testing.
“Total sampai sekarang sudah ada 21 orang kasus positif dari Kubu Raya yang meninggal dunia. Maka dari itu Kubu Raya harus hati-hati dalam menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakatnya,”ujar Harisson, Kamis 3 Juni 2021.
Baca juga: Kasus Kematian Covid-19 di Kubu Raya Tinggi, Sutarmidji : Akibat Kurang Lakukan Testing dan Tracing
Dikatakan Harisson bahwa angka kematian kasus corona tersebut banyak pada lansia yang mempunyai komorbid antara lain hipertensi dan diabetes melitus dan karena terlambat dalam mengetahui secara dini keterjangkitan seseorang terhadap virus corona ini.
“Kita minta apalagi Kubu Raya yang dekat dengan Kota Pontianak harus meningkatkan tracing dan testing. Sehingga nanti bisa cepat mengirim sampel swab ke Pontianak untuk dilakukan uji sampel di Labkesda maupun di Untan,”ujarnya.
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
Harisson mengatakan menurut catatan Dinkes Prov sampai 3 Juni 2021 total kasus positif covid-19 yang meninggal Se-Kalbar mencapai 101 orang.
“Kabupaten kota kalau jarang melaksanakan testing dan tracing. Maka akan terlambat mengetahui ternyata orang tersebut telah positif covid-19. Hal ini sangat disayangkan,”ujarnya.
Berdasarkan data Diskes Provinsi Kalbar per 3 Juni 2021 ada tiga Kabupaten yang pengiriman sampel hasil tracing ke Provinsi rendah yakni Kabupaten Kapuas Hulu, Kayong Utara dan Kubu Raya.
“Kalau kita rajin melakukan tracing dan testing sedini mungkin kita akan cepat tahu, jadi bisa cepat juga dilakukan pengobatan dengan begitu tidak parah,” ujarnya.
Baca juga: Kasus Positif Melonjak, Ruang Isolasi Pasien Covid-19 RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang Penuh
Harisson menekankan untuk Pemerintah Kabupaten kota yang sampai saat ini masih lemah melakukan testing tracing untuk dapat terus ditingkatkan
“Daerah harus gencar tracing dan testing dengan baik yang dibantu dengan alat yang valid seperti menggunakan Alat PCR,” ucapnya.
Sedangkan untuk test menggunakan GeNose hanya untuk pemeriksaan skirining masal bukan untuk konfirmasi diagnosis, karena sensitivitas dan spesifisitas Genose terhadap virus corona masih terjadi perdebatan.
“Kita setiap minggu selalu memberikan evaluasi untuk pengiriman sampel swab yang dikirim kabupaten kota ke Provinsi. Jadi sudah diingatkan berkali-kali setiap minggu daerah mana saja yang kurang mengirim sampel,” ujarnya.
Harisson mengatakan tingkat kematian kasus covid-19 yang tinggi di Kabupaten Kota biasanya karena Satgas kabupaten kota lemah dalam melakukan testing dan tracing, yang bearti gagal mendeteksi secara awal bahwa seseorang sedang terinfeksi virus corona dan bearti akan gagal dalam memberikan treatment atau pengobatan secara dini.
"Pengobatan yang diberikan setelah seseorang menunjukkan gejala penyakit yang lebih lanjut atau penyakit sudah parah tentu nya akan menjadi sia-sia," ujarnya. (*)