Piani Rindukan Hiruk Pikuk Sekolah

Kemarin sempat masuk sekolah dua minggu tapi habis itu daring lagi. Sedih rasanya, semoga bisa cepat belajar di sekolah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Dua tahun sudah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda dunia. Muncul sejak tahun 2019, pandemi ini terus berlanjut hingga pertengahan tahun 2021.

Berbagai dampak negatif pun dirasakan oleh semua kalangan, elemen masyarakat, hingga pada siswa-siswi yang kini tak lagi dapat menikmati hiruk pikuk sekolah seperti sedia kala.

Suasana pembelajaran harus berubah, yang dahulu setiap pagi para pelajar ini sudah memadati jalanan menuju sekolah masing-masing. Kini setiap hari jalanan terlihat lengang, tidak ada barisan remaja dengan seragamnya yang memadati jalanan. Tidak ada aroma parfum gadis-gadis muda nan ceria yang dihembuskan angin setiap paginya.

Tidak ada pula terdengar suara gelak tawa remaja laki-laki yang bersenda gurau bersama teman-teman sebayanya.

Baca juga: Rekrutmen CPNS dan PPPK Tenaga Kesehatan, Dinkes Sekadau Sebut Masih Belum Memenuhi Kebutuhan

Yang ada hanyalah tempat-tempat penyedia jasa layanan Wi-Fi yang dipadati para pelajar. Setiap hari mereka hanya memandangi ponsel ataupun leptop untuk mengikuti tahapan pembelajaran yang disampaikan para guru secara virtual.

Kerinduan akan aktivitas belajar mengajar di sekolah itupun dirasakan oleh para siswa-siswi ini. Seperti yang dirasakan satu diantara siswi SMK di Kabupaten Sekadau, Piani (18).

Sejak dirinya duduk di bangku kelas XI SMK, hingga saat ini sudah naik ke kelas XII SMK. Dirinya tidak bisa menikmati indahnya sama-sama SMA seperti yang banyak dikisahkan.

Rindu, iri, sedih dan bosan seringkali Ia rasakan. Namun tak banyak yang bisa dilakukan, selain mengikuti tahapan pembelajaran secara daring dan bersenda gurau bersama teman-temannya secara virtual.

"Kadang sedih kalau ingat teman-teman waktu kelas X. Masih belajar di sekolah, mengerjakan tugas sama-sama, ramai-ramai ke kantin, kadang di hukum guru kalau ribut di kelas, kalau sekarang ketemu guru atau teman juga jarang," ungkap Piani.

Meski begitu, Dirinya juga mengaku sempat merasa senang ketika pertama kali diterapkan pembelajaran via daring. Walaupun pada akhirnya, rasa senang itu berubah menjadi rasa bosan dan sedih.

"Sekarang sudah mau magang, masih bingung juga gimana magang nanti, bisa seperti kakak-kakak kelas atau beda. Maunya magang seperti biasa, bisa belajar secara langsung di tempat magang, karena di sekolah juga gak full," lanjutnya.

Ia pun berharap, pandemi Covid-19 dapat segera berakhir, sehingga tidak ada lagi penghalang bagi para siswa-siswi untuk mengikuti proses pembelajaran tatap muka di sekolah seperti sedia kala.

"Kemarin sempat masuk sekolah dua minggu tapi habis itu daring lagi. Sedih rasanya, semoga bisa cepat belajar di sekolah," tandasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved