Pemilik Kaget Dengan Penemuan Mayat Wanita di Kamar Penginapan

Tapi yang ditemukan justru wanita yang datang dengan seorang pria itu sudah menjadi mayat, dan tergeletak di atas kasur didalam penginapan 209.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Petugas melakukan evakuasi korban mayat perempuan di dalam sebuah kamar nomor 209 Hotel Favourite di Jalan Pasar Ikan Lama Dusun Kalimbawan RT 4/RW 7, Desa Tebas Kuala, Kecamatan Tebas. (Istimewa/Polsek Tebas) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pemilik penginapan di Tepat Kejadian Perkara (TKP) penemuan mayat perempuan di dalam penginapan mengaku kaget mendengar kabar tewasnya seorang pengunjung di kamar 209 miliknya.

Disampaikan oleh pemilik penginapan, Po Tju Wan (38) alias Sei Moi dia menceritakan bahwa awalnya mayat wanita berinisial MH (23) alias Alang yang merupakan warga Dusun Sumber Rezeki, Kecamatan Tekarang. Pertama kali ditemukan oleh karyawannya, yang sedang melakukan pengecekan kamar tersebut.

"Mayat tersebut pertama kali ditemui oleh karyawan saya. Kondisinya sudah tergeletak di tempat tidur. Karena dilihat ada mayat, karyawan saya langsung menutup pintu dan melaporkan ke saya," ujarnya, Selasa 18 Mei 2021.

Mengetahui hal itu, dia lalu meminta karyawannya melapor ke polisi. Tidak berselang lama, polisi datang dan lansung melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat korban.

Baca juga: BREAKING NEWS - Wanita Usia 23 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Penginapan No 209

Diungkapkan oleh dia, awalnya korban yang diketahui berinisial MH menginap bersama seorang laki-laki.

Setelah menginap selama kurang lebih satu hari, karyawannya mengecek kamar untuk mengkonfirmasi apakah sewa kamar akan dilanjutkan atau tidak.

Tapi yang ditemukan justru wanita yang datang dengan seorang pria itu sudah menjadi mayat, dan tergeletak di atas kasur didalam penginapan 209.

"Saat diketok pintunya terkunci orangnya tidak keluar-keluar. Kita tidak tahu didalamnya ini ada orang atau tidak. Ternyata saat dibuka, korban sudah meninggal di atas tempat tidur," jelasnya.

Karenanya, mereka menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Saat ini kata dia, mereka belum berani membersihkan kamar tersebut sampai ada petunjuk dari kepolisian.

"Saya sudah diperiksa polisi. Saya sampaikan dan ceritakan saja apa adanya. Karena ini kejadian pertama kali selama saya di sini," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved