Masih Dalam Pandemi Covid-19, Wali Kota Edi Kamtono Lrang Takbir Kelililing

Meriam karbit juga lakukan perorangan silakan. Tapi untuk festival meriam karbit ditiadakan.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Takbir kelililing Menyambut Perayaan Hari Raya Idul Fitri 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lantaran kondisi saat ini masih dalam pandemi Covid-19, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono tidak mengizinkan masyarakat menggelar takbir keliling dalam perayaan Idul Fitri 1442 hijriah ini. 

Sebagai gantinya, Edi Kamtono mengatakan takbiran juga bisa dilaksanakan di rumah atau secara virtual.

"Kita tidak izinkan takbir keliling, sebaiknya di rumah saja, secara virtual. Intinya semata-mata yang kita lakukan untuk pengendalian Covid-19," kata Edi Rusdi Kamtono.

Selain melarang takbiran keliling, Pemkot Pontianak sebelumnya telah meniadakan pelaksanaan Festival Meriam Karbit.

Baca juga: Takbir Keliling Susur Sungai di Sintang Berlangsung Khidmat

Kebijakan ini diambil guna mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19.

Meski demikian, masyarakat bisa memainkan meriam karbit secara individu. Untuk memastikan tidak terjadi kerumunan, pada malam Lebaran akan dilakukan pengawasan, baik oleh Satgas Covid-19 maupun TNI-Polri.

"Meriam karbit juga lakukan perorangan silakan. Tapi untuk festival meriam karbit ditiadakan. Dan juga kembang api, kita rayakan Lebaran ini secara sederhana saja. Tanpa ada kegiatan kerumunan," ungkapnya.

Edi Rusdi Kamtono juga mengungkapkan, tidak ada open house untuk Lebaran tahun ini. Larangan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ tentang Pelarangan Buka Puasa Bersama Bulan Ramadhan dan Open House atau Kegiatan Halal Bihalal Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Pada Tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidig Handanu menerangkan, ada beberapa upaya untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19, di antaranya adalah tidak berkerumun.

Untuk itu, ia menghimbau agar masyarakat bisa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Sebab kunci pencegahan penyebaran Covid-19 menurutnya adalah prokes secara ketat. Handanu menilai jika prokes tidak diterapkan, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Sebagaimana terbukti dengan tingginya mobilitas masyarakat hingga saat ini, ia sampaikan terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Pontianak.

"Perkembangan Covid-19, perlu kami sampaikan bahwa laporan kasus Covid-19 per hari Minggu terakhir ini menunjukkan peningkatan. Dalam rilis kami terkahir dalam waktu satu bulan ada tanda-tanda akan terjadi gelombang ketiga," ujarnya.

Baca juga: Minta Warga Tak Takbir Keliling Sambut Lebaran Idul Fitri 2020, Menag Fachrul Razi Sarankan Ini

Ia mengatakan, gelombang kedua penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak terjadi pada Oktober-November. Sedangkan pada awal bulan April sampai pertengahan ada grafikya menunjukan peningkatan.

"Kalau kita tidak bisa berhati-hati, tidak bisa menghentikan. Itu akan bisa terjadi gelombang ketiga sebagaimana terjadi pada Oktober. Itu indikasi pertama," katanya.

Bahkan indikasi kedua, pertanda akan terjadinya lonjakan kasus Covid-19, dikatakan Handanu terbukti dari positivity rate yang kian meningkat.

"Yang biasanya positivity rate-nya antara 10 sampai 15, pada minggu terakhir ini di atas 20 persen. Kalau kita periksa 100, maka 20-nya positif," ungkapnya.

Kemudian, indikasi ketiga ia sampaikan adalah terjadinya peningkatan pasien rawat inap di rumah sakit yang ada di kota Pontianak.

Seperti ia contohkan di RSUD Kota Pontianak saat ini sudah 21 pasien Covid-19 yang rawat inap.

"Inilah tanda-tanda peningkatan kasus. Bilamana kita tidak melakukan upaya-upaya pencegahan, di antaranya 3M, 3T, mengurangi mobilitas atau mengurangi kerumunan itu saja," katanya.

Pahami Kondisi

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menyampaikan kepada masyarakat agar bisa mengikuti prosedur protokol kesehatan dan aturan yang berlaku.

Termasuk mengikuti larangan Pemerintah Kota Pontianak agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada malam Lebaran Idul Fitri 1442 hijriah.

"Berharap lah masyarakat bisa merayakan Lebaran ini tetap dengan prokes. Takbiran di masjid saja atau di rumah. Karena memang situasinya masih dalam pandemi Covid-19. Jadi kita sama-sama pahami kondisi ini," ujarnya, Senin 10 Mei 2021.

Menurut Satarudin perlu bersama-sama untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Pontianak.

Untuk itu, kesadaran dan dukungan dari masyarakat luas sangat diperlukan untuk tetap menjaga wilayah Kota Pontianak agar tetap aman dari Covid-19.

"Sebagaimana kita ketahui, bahwa kuncinya adalah protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun, serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer," kata Satarudin.

"Jika hal tersebut kita lakukan, maka tentu perayaan Lebaran tahun ini tidak akan terjadi peningkatan kasus," lanjutnya.

Satarudin juga menyampaikan, tradisi masyarakat berlebaran dari rumah ke rumah agar juga dihindari. Apalagi, pemerintah juga telah meniadakan open house pada Lebaran Idul Fitri tahun ini. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved