Breaking News:

Berita Video

Mahasiswa Gelar Demo Tolak Larangan Mudik, Ini Respon Gubernur Sutarmidji

Jadi kenapa demo ke gubernur, harusnya kita bersama focus menangani covid-19 agar bisa reda

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Massa gabungan dari mahasiswa menggelar aksi di kantor Gubernur Kalbar, Kamis 6 Mei 2021.

Mereka meminta agar Pemprov Kalbar  menggratiskan biaya swab pcr atau antigen sebagai syarat mudik khsusunya untuk para mahasiswa agar tidak diberatkan dengan biaya tambahan lainnya

Menanggapi aksi dari mahasiswa itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmdiji menyampaikan bahwa larangan mudik itu adalah kebijakan nasional, dalam hal ini gubernur, bupati, walikota wajib mematuhinya.

Baca juga: Solmadapar Gelar Aksi Demo ke Kantor Gubernur, Berikut Tuntutan Yang Disampaikan

“Jadi kenapa demo ke gubernur, harusnya kita bersama focus menangani covid-19 agar bisa reda,” pungkasnya.

Kedatangan para mahasiswa ke kantor Gubernur Kalbar yang menyampaikan penolakan larangan mudik lebaran ditemui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson.

Usai bertemu dengan Puluhan Mahasiswa di Kalbar yang melakukan aksi Tolak Larangan mudik, Harisson menjelaskan terkait regulasi Larangan mudik ini merupakan kebijakan dari pusat.

Dalam hal ini Pemprov Kalbar maupun kabupaten kota di Kalbar tentu akan menjalankan sesuai arahan dan kebijakan dari Pemerintah pusat.

“Kita tidak boleh bertentangan dengan kebijakan pusat, karena kita adalah NKRI. Jadi kebijakan larangan mudik ini sudsh menjadi kebijakan Pusat, dan kita harus mengikutinya,” ujar Harisson.

Dimana Pemerintah Provinsi sampai kabupaten kota dalam hal ini hanya mengikuti dan menjalankan apa yang sudah digariskan oleh pemerintah pusat.

Lanjutnya menambahkan bahwa Kebijakan larangan mudik ini sebenarnya bukan tanpa alasan.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved