Ramadhan 2021

Kepanjangan THR Lebaran dan Cara Hitung THR Proporsional sesuai SE Menaker tentang THR 2021

Setiap hari keagamaan, kita pasti mendengar kata THR. THR menjadi satu diantara yang diharapkan oleh para karyawan.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
YOUTUBE TRIBUN PONTIANAK
Ilustrasi THR. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Setiap hari keagamaan, kita pasti mendengar kata THR. THR menjadi satu diantara yang diharapkan oleh para karyawan.

Menjelang Lebaran misalnya, kita mendengar THR Lebaran.

Sebenarnya, apa itu THR ? Apa kepanjangan THR Lebaran ?

Tunjangan Hari Raya Keagamaan atau biasa disebut THR adalah hak pendapatan pekerja yang wajib dibayarkan oleh Pengusaha kepada pekerja menjelang Hari Raya Keagamaan yang berupa uang.

Baca juga: Hitungan THR Karyawan Baru sesuai Isi Surat Edaran Menaker tentang THR 2021 pdf , Lihat Disini !

Hari Raya Keagamaan itu diantaranya Hari Raya Idul Fitri atau lebaran bagi pekerja yang beragama Islam.

Lalu, Hari Raya Natal bagi pekerja yang beragama Kristen Katholik dan Protestan.

Hari Raya Nyepi bagi pekerja bergama Hindu dan Hari Raya Waisak bagi pekerja yang beragama Buddha.

Jadi, THR Lebaran adalah Tunjangan Hari Raya yang diberikan menjelang hari keagamaan umat Islam, yakni idul Fitri atau Lebaran.

Buat anda yang masih bertanya tentang hitungan THR Karyawan terbaru 2021, baca artikel ini hingga habis.

Sesuai Surat Edaran ( SE) Menaker tentang THR tahun 2021, karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih akan mendapatkan THR sebesar 1 kali gaji. 

Bagi karyawan yang belum 1 bulan atau 1 tahun bekerja, perhitungan THR yang didapat bisa menggunakan perhitungan sebagai berikut: 

(1 Bulan gaji : 12) x masa kerja

Contoh perhitungan THR karyawan kurang dari 1 tahun: 

(Rp 2.400.000 : 12) x 10 bulan masa kerja = Rp 200.000 x 10 bulan masa kerja = Rp 2.000.000.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved