Breaking News:

Kejaksaan Berhasil Ringkus Asong Terpidana Ilegal Logging Kalbar yang Buron Belasan Tahun

Asong ditangkap pihak kejaksaan saat berada di apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara. Saat tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Asong  meng

Kejaksaan Berhasil Ringkus Asong Terpidana Ilegal Logging Kalbar yang Buron Belasan Tahun - dds-fsd343-4343434.jpg
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Konfrensi Pers penangkapan Buronan Terpidana Ilegal Loging di Kalbar atas Prasetyo Gow alias Asong di Kejaksaan Tinggi Kalbar, Jumat 23 April 2021
Kejaksaan Berhasil Ringkus Asong Terpidana Ilegal Logging Kalbar yang Buron Belasan Tahun - dds-fsdfsdf34343-43-434.jpg
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Konfrensi Pers penangkapan Buronan Terpidana Ilegal Loging di Kalbar atas Prasetyo Gow alias Asong di Kejaksaan Tinggi Kalbar, Jumat 23 April 2021

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Buron Selama 15 tahun, Prasetyo Gow (60) alias Asong terpidana kasus ilegal loging asal Kalbar akhirnya berhasil dibekuk tim Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kamis 22 April 2021.

Asong ditangkap pihak kejaksaan saat berada di apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara. Saat tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Asong  mengenakan baju kaos biru, berkacamata dan menggunakan masker.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Masyhudi saat konfrensi pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar menjelaskan, bahwa Asong divonis 4 tahun penjara pada tahun 2006 silam atas ilegal loging.

Dalam pelariannya, diduga Asong melakukan pemalsuan dokumen bahkan dari sejumlah informasi yang beredar, Asong sempat melakukan operasi plastik untuk mengelabui petugas dan menyamarkan jati diri aslinya.

Baca juga: Kejaksaan Tinggi Tangkap Buronan Terpidana Ilegal Logging Kalbar

Pada konferensi pers di Kejaksaan Tinggi Kalbar, ketika Asong membuka masker dari wajahnya dengan tangan terborgol, Wajahnya tampak begitu bersih  dan bersinar / glowing, tak nampak usia 60 tahun di wajahnya.

Kendati demikian, Kajati Kalbar Masyhudi menyampaikan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan terkait informasi operasi plastik yang dilakukan oleh Asing dan sejumlah pergantian identitasnya.

"Iya dalam arti ada dugaan itu, dugaan apa, tentu yang bersangkutan Menurut informasi yang didapat, tentunya ini masih akan kita klarifikasi ya, nanti akan ad proses - Proses untuk membuktikan apakah benar yang bersangkutan ini operasi plastik atau memalsukan identitas, nanti akan kita tindaklanjuti,"ujarnya 

Disadari oleh Masyhudi proses penangkapan atas Asong cukup lama dan membutuhkan waktu, hal tersebut disebabkan pihaknya berhati - hati dalam membuat keputusan Lantaran Asong yang kerab berpindah lokasi dan diduga mengganti identitasnya.

"Memang cukup lama ya, itulah karena mungkin dia (asong) percaya diri karena mengganti identitasnya, tetapi itu masih akan kita dalami, dan semua DPO itu seperti itu, mereka selalu berusaha untuk tidak diketahui petugas, disamping banyak yang kita cari, mereka sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak mudah pula kita mengumpulkan informasi untuk bisa memastikan keberadaan mereka,"tuturnya.

Atas kasus ini, Pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman guna mengungkap fakta - fakta yang lain dari pelarian Asong selama 15 tahun ini.

Masyhudi menegaskan bahwa tidak akan ada tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan untuk di Indonesia, pihaknya akan terus melakukan pemburuan terhadap pelaku kejahatan. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved