Breaking News:

Daniel Johan Kembali Minta Menteri KKP Tidak Langsung Terapkan Larangan Konsumsi Ikan Belida

Hal ini dikatakan politisi PKB ini saat kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Pontianak, Jumat 23 April 2021.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan saat menghadiri kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Pontianak, Jumat 23 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan mengungkapkan jika dirinya kembali meminta Menteri KKP RI untuk tidak langsung melarang pengonsumsian Ikan Belida yang menjadi salah satu produk olahan dan UMKM dari masyarakat khususnya di Kalbar.

Hal ini dikatakan politisi PKB ini saat kegiatan Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Kota Pontianak, Jumat 23 April 2021.

Acara ini juga dihadiri anggota DPRD Kota Pontianak dari PKB, sejumlah OPD terkait hingga dengan Istri Wali Kota Pontianak, Yanieta Arbiastuti Kamtono.

"Saya sudah raker kemarin dengan Menteri, saya sudah sampaikan, ada keputusan terhadap pelarangan ikan belida, saya minta pemerintah kalau melarang jangan seenaknya, berikan waktu untuk sosialisasi, berikan waktu untuk masyarakat melakukan budi daya, karena ikan belida mata pencaharian bagi masyarakat di Kalbar," kata Daniel.

Baca juga: Ikan Belida Dilarang, Daniel Johan : Mestinya Disosialisasikan Dulu

"Berbagai produk dihasilkan dari ikan belida sehingga bukan hanya jadi penghidupan, ikan belida juga menjadi dari kebudayaan di Kalbar, karena di festival budaya, bahkan idul fitri produk olahan ikan belida hadir ditengah masyarakat," tambah pria yang akrab disapa DJ ini.

Terlebih, Daniel juga memaparkan jika secara mendasar, program Gemarikan mempunyai dua tujuan. 

Pertama ialah untuk meningkatkan gizi masyarakat, khususnya untuk membantu masyarakat mengatasi kurangnya gizi disejumlah daerah, karena ikan adalah salah satu pangan yang gizinya tinggi, termasuk memiliki unsur omega 3 yang di harapkan bisa membantu peningkatan gizi masyarakat. 

"Apalagi untuk ibu-ibu yang hamil atau sedang mengasuh balita sehingga konsumsi ikan menjadi sangat berarti," katanya.

Sementara tujuan kedua adalah dalam rangka  memperkuat industri hilir dari perikanan khususnya masyarakat yang ikut produk perikanan lokal, seperti kerupuk ikan, kerupuk basah, produk lokal yang terus didorong untuk dikenal secara nasional.

"Diharapkan gemar ikan bisa terus menerus dijalankan dan bisa mengatasi persoalan kurang gizi," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved