Breaking News:

Edi Kamtono Pastikan Warga yang Masuk Pontianak Harus Non Reaktif Rapid Test Antigen

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono selaku ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak memastikan, bahwa warga yang ingin masuk ke Kota Pontianak harus di

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengikuti video Conference Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriyah, di Aula Mapolresta Pontianak Kota, Rabu 21 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono selaku ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak memastikan, bahwa warga yang ingin masuk ke Kota Pontianak harus dinyatakan non reaktif Rapid Tes antigen.

Hal itu disampaikan Edi Kamtono usai mengikuti video Conference Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 1442 Hijriyah, di Aula Mapolresta Pontianak Kota, Rabu 21 April 2021.

Ia menyampaikan, pada rapat koordinasi yang dilaksanakan secara virtual tersebut merupakan rapat yang digelar secara nasional untuk menyikapi tentang perkembangan covid-19 di Indonesia, tentang pelaksanaan vaksinasi dan termasuk persiapan pengamanan hari raya idul Fitri 1442 Hijriyah.

Baca juga: Kalbar Terapkan PPKM Skala Mikro, Optimalkan Satgas Hingga Tingkat Desa Cegah Penularan COVID 19

Pada rapat itu juga dipaparkan oleh Gubernur Kalbar untuk menyikapi perkembangan covid-19 di Kalbar. Sebagaimana, hingga kini Kalbar sudah ditetapkan sebagai daerah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Dengan adanya PPKM di Kalbar, dan Pontianak yang merupakan Ibukota Provinsi Kalbar. Tentu pihaknya juga akan mengambil langkah-langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 jelang idul Fitri.

"Nanti menjelang Idul Fitri mungkin kita akan melakukan razia atau pos dibatas Kota untuk melakukan swab ataupun pemeriksaan yang masuk kota Pontianak dipastikan harus yang non reaktif tes Rapid Tes antigen. Kalau reaktif kita swab, putar balik. Tapi kalau non reaktif bisa masuk (Pontianak)," ungkapnya.

Khususnya di Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan swab sesuai dengan standar WHO dan pelaksanaan vaksinasi pun dikatakannya sudah mencapai 95 Persen.

"Kita masih memantau pusat-pusat kegiatan yang ramai dikunjungi masyarakat. Memang Kota Pontianak sebagai ibukota Provinsi yang mobilitasnya sangat tinggi, terutama tidak hanya warga kota yang berkunjung ke tempat keramaian, warkop dan taman terbuka. Tapi aktivitas dari luar daerah yang datang ke pontianak ini yang harus kita pantau dan cermati," jelasnya.

Menurutnya, pembatasan aktivitas masyarakat juga akan dilakukan, seperti warung kopi yang ramai pengunjung ayat buka tidak terlalu malam dan harus dibatasi.

"Kita lakukan himbauan misalnya yang melakukan kegiatan ibadah untuk terus mewaspadai adanya lonjakan peningkatan kasus, kemudian daerah-daerah yang ramai dikunjungi, termasuk warung kopi juga kita pantau. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ini supaya tidak terjadi perkumpulan yang ramai," kata Edi.

Edi menyarankan agar Penerapan protokol kesehatan covid-19 harus ketat secara ketat.

"Pakai masker disiplin, aktivitas silahkan, tapi jangan lengah," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved