Kalbar Terapkan PPKM Skala Mikro, Optimalkan Satgas Hingga Tingkat Desa Cegah Penularan COVID 19

Ia mengatakan dengan diterapkannya PPKM Berskala Mikro untuk Posko ditingkat desa atau kelurahan yang terbentuk atau yang belum harus diaktifkan.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan untuk pertama kali Kalbar melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April 2021.

Ia mengatakan dengan diterapkannya PPKM Berskala Mikro untuk Posko ditingkat desa atau kelurahan yang terbentuk atau yang belum harus diaktifkan.

“Masuknya Kalbar untuk pelaksanaan PPKM Berskala Mikro. Maka semua desa kelurahan harus membentuk posko, memang ada sebagian posko tidak jalan. Sehingga ini perlu kita optimalkam kembali agar bisa melaksanakan penanganan covid-19 ditingkat kelurahan,” ujarnya Rabu 21 April 2021.

Baca juga: Kadiskes Kalbar Harisson Minta Daerah Terus Update Stok Vaksin di Aplikasi SMILE

Dikatakannya untuk yang pertama kali Kalbar melaksanaakam PPKM skala Mikro. Diterapkannya PPKM skala mikro untuk mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di desa dan kelurahan untuk pengendalian dan penyebaran covid-19.

Ia menjelaskan barometer Kalbar masuk PPKM skala Mikro, sesuai instruksi kemendagri tentang perpanjangan PPKM berbasis Mikro yang telah ditandatangani  pada 19 April 2021. 

“Penerapakan PPKM Mikro Kalbar masuk di dalamnya yang harus melaksanakannya agar lebih mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Sebenarnya kita sudah ada desa yang punya posko covid-19 dan kita disuruh membentuk untuk mengoptimalkan kinerja posko ini,” ujarnya.

Masuknya Kalbar dalam Provinsi yang harus melaksanakan PPKM Mikro karena terjadi peningkatakan kasus, kemudiN bertambah kasus yang aktif, meningkatkan angka kematian yang menyebabkan Kalbar harus melaksanakan PPKM.

PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah hingga tingkat RT dengan beberapa kriteria berdasarkan zona penyebaran Covid-19.

Daerah yang berada pada Daerah yang berada pada Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 10 (sepuluh) rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 (tujuh) hari terakhir. Maka skenario pengendalian adalah pemberlakuan PPKM tingkat RT.

Ia menjelaskan bahwa adapun untuk skenario pengendalian pemberlakuan PPKM tingkat RT yakni menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat.

Selanjutnya melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan ketat, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial, melarang kerumuman lebih dari 3 (tiga) orang.

Baca juga: Penerapan PPKM Mikro di Kalbar, Ini Aturannya yang Harus Kamu Tahu

“Selain itu membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00 WIB dan

meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan,”jelasnya.

Sedangkan untuk daerah Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 6 sampai dengan 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir maka skenario pengendalian adalah menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat.

Lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved