Breaking News:

Bupati Atbah Apresiasi Dua Perda Inisiatif dari DPRD Sambas

Ia meminta agar perda itu bisa menyesuaikan kondisi dan sumberdaya yang ada. Agar bisa berkesinambungan dengan pembangunan daerah.

TRIBUNPONTIANAK/M Wawan Gunawan
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menyampaikan pendapat Bupati dihadapan DPRD Kabupaten Sambas, di rapat paripurna pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD Kabupaten Sambas, Rabu 7 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas menggelar Rapat Paripurna, guna membahas dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Inisiatif DPRD Kabupaten Sambas.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili yang hadir lansung di penyampaian pendapat Bupati tentang dua Perda inisiatif mengaku mengapresiasi usulan DPRD Kabupaten Sambas itu.

Tentang Pembinaan Olahraga Prestasi Bupati mengatakan sangat penting dalam rangka memajukan olahraga di daerah.

Baca juga: Sambut Kedatangan Menkopolhukam, Ini Harapan DPRD Kabupaten Sambas

"Penjelasan dua Perda inisiatif DPRD ini sebelumnya sudah di sampaikan pada Paripurna DPRD 1 April lalu. Karenaya kami sangat mengapresiasi usulan DPRD untuk menggagas dan ikut bersama membangun pondasi olahraga di daerah," ujarnya, Rabu 7 April 2021.

"Ini merupakan wujud nyata dari DPRD untuk mendukung pembangunan dan penyelenggaraan olahraga prestasi di Kabupaten Sambas," ungkapnya.

Namun demikian, Ia meminta agar perda itu bisa menyesuaikan kondisi dan sumberdaya yang ada. Agar bisa berkesinambungan dengan pembangunan daerah.

"Dan kami juga berharap Raperda ini nantinya di bahas dan didalami dengan seksama, dengan melihat kodisi, sumberdaya dan potensi olahraga yang ada di Kabupaten Sambas," tuturnya.

Sementara itu, terkait dengan Raperda Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dia menuturkan Perda itu adalah upaya DPRD dan pemerintah daerah dalam melindungi alih fungsi lahan dari lahan pertanian kepada lahan komersial.

"Ini merupakan wujud kepedulian kita dan perlindungan kepada pertanian pangan di Kabupaten Sambas," ungkapnya.

Namun demikian kata dia, setiap perencanaan diharapkan meski melibatkan masyarakat. Dan pembangunan pertanian berbasis teknologi mesti di perhatikan.

"Pembangunan dan teknologi tidak kalah pentingnya dalam melibatkan masyarakat dan petani dalam perencanaannya," katanya.

Selain itu, dia juga berharap agar perda ini bisa memperhatikan turunan dari Undang-undang Cipta kerja yang baru di sahkan beberapa waktu lalu.

"Banyaknya aturan turunan dari peraturan undang-undang cipta kerja, yang perlu kita perhatikan dalam penyusunan Raperda ini," ungkapnya. 

"Kita berharap pembahasan Raperda ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai kemufakatan," tutupnya. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved