Breaking News:

Pemkot Pontianak Akan Lakukan Pendataan Keluarga Miskin, Bappeda Pontianak Segera Gelar Rapat Teknis

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak, Hendro Subekti menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera melaksanakan rapat tekni

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Pontianak Tahun 2021 yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak, di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Selasa 6 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pontianak, Hendro Subekti menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera melaksanakan rapat teknis untuk menyusun teknis pendataan keluarga miskin di Kota Pontianak.

Hal tersebut diungkapkannya usai menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Pontianak Tahun 2021 atas amanah Permendagri nomor 53 tahun 2020 tentang penanggulangan kemiskinan, di Aula Rohana Muthalib Kantor Bappeda Kota Pontianak, Selasa 6 April 2021.

"Jadi terkait rapat Koordinasi ini. Kami akan terus melakukan tindak lanjut pertama kami akan segera melakukan rapat teknis untuk menyusun rencana aksi," ujarnya.

Baca juga: Wakil Wali Kota Pontianak Nilai Pandemi Membuat Angka Kemiskinan Pontianak Meningkat Dua Kali Lipat

Selama ini, ia katakan bahwa anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Kota Pontianak sudah dialokasikan disetiap OPD yang bersumber dari APBD maupun APBN.

Untuk itu, rencana berikutnya ia katakan akan melakukan pemetaan terhadap angka kemiskinan sesuai dengan fakta di lapangan.

Pemetaan itu, nantinya akan melibatkan perangkat daerah hingga ke tingkat RT/RW.

Selama ini, ia katakan sudah banyak bantuan yang dikucurkan kepada masyarakat miskin di kota Pontianak, namun bantuan itu memang tidak secara langsung.

"Semakin banyak bantuan yang dikucurkan, semakin banyak juga masyarakat yang daftar," ungkapnya.

Terkhusus di tengah pandemi covid-19 ini, dikatakakannya banyak data baru warga miskin yang terdaftar.

Ia mengatakan, katagori warga miskin ialah warga yang memang tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan menetap dan dibawah standar.

Dirinya mencontohkan jika dalam satu keluarga terdapat empat orang memiliki penghasilan perbulan Rp 500 ribu, tentu tidak termasuk katagori miskin, lantaran jika dijumlahkan penghasilan keseluruhan Rp4 juta perbulan. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved