Breaking News:

Ajang Musda REI Kalbar, Developer Keluhkan Proses BPHTB Masih Lambat

Kalau developer itu butuhnya cepat sehingga cash Flow developer lancar tidak terganggu. Sehingga pasca Musda ini  kita akan monitor terus ke Dispenda

TRIBUN PONTIANAK/ NINA SORAYA
Pengurus REI Kalbar Periode 2018-2021 berfoto bersama dengan stakeholder saat pembukaan Musda X REI Kalbar, di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu (24/3). Musda X mengangkat tema REI Kalbar Sebagai Daya Ungkit Pemulihan Ekonomi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Real Estate Indonesia (REI) Kalbar menggelar Musda X dengan agenda pemilihan Ketua REI Kalbar periode 2021-2024 di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Rabu 24 Maret 2021. 

Ketua REI Kalbar, Muhammad Isnaini, mengungkapkan kebutuhan rumah terus meningkat setiap tahunnya. Paling tidak dalam setahun kebutuhan rumah mencapai 11 ribu unit.

“Paling banyak yang mencari rumah ini orang Pontianak. Namun karena lahan terbatas jadi kebanyakan beralih ke Kubu Raya,” sebutnya.

REI Kalbar Siap Gelar Musda X, Bahas Tantangan Pemulihan Sektor Properti

Menurutnya satu di antara probelamatik para developer saat ini adalah lambatnya pengurusan Bea Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Kota Pontianak.

Padahal sebelumnya, proses  BPHTB hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu. Akan tetapi saat ini bisa sampai 1-2 bulan. 

 “Kita bersyukur, beliaupun sudah respons sudah ada arahan dari Walikota untuk membenahi, SOP-nya, sistemnya sehingga pelayanan BPHTB lebih akurat dan cepat," ujar Isnaini.

"Kalau developer itu butuhnya cepat sehingga cash Flow developer lancar tidak terganggu. Sehingga pasca Musda ini  kita akan monitor terus ke Dispenda, apakah betul sudah terjadi perbaikan atau tidak, kita akan monitor, kita akan audiensi berdialog dengan pihak Dispenda,” sampainya.

REI Singbebas Akan Hadiri Musda Pemilihan Ketua DPD REI Kalbar

Dia menyatakan lambannya pelayanan BPHTB ini berdampak lemahnya cash flow pengembang, karena akad  KPR pembeli rumah pasti akan terhambat.

"Jadi developer terima uang dari bank juga lama, yang otomatis cash flow pengembang dan pembangunan serta penjualan semakin lama. Selain itu transaksi dari penilaian harga dari dispenda terhadap objek properti  acuannya terlalu tinggi," ujarnya.

Dalam sambutannya, ia juga membeberkan bahwa telah terjadi penurunan jumlah anggota REI sejak pandemi.

Halaman
12
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved