REI Kalbar Siap Gelar Musda X, Bahas Tantangan Pemulihan Sektor Properti
Lalu Maret 2020 hingga hari ini, ada pandemi melanda. Penjualan rumah turut menurun. Kita ketahui pula MBR belum pulih juga kondisi ekonomi mereka
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Real Estate Indonesia (REI) Kalbar akan menggelar Musda X pada 24-25 Maret 2021 di Hotel Kapuas Palace Pontianak.
Musda X ini mengangkat tema “REI Kalbar Sebagai Daya Ungkit Pemulihan Ekonomi.”
Ketua DPD REI Kalbar, M Isnaini, menjelaskan sesuai dengan AD/ART maka kepengurusan DPD REI berlangsung selama tiga tahun.
• Lindungi Perumahan Dari Kerusakan, REI Kalbar Imbau Developer Gunakan Layanan Asuransi Properti
Untuk periode kepimpinannya telah berlangsung dari 2018-2021.
Menurutnya banyak sekali tantangan dalam waktu tiga tahun saat ia memimpin (2018-2021). Diakuinya pandemi Covid-19 turut memperburuk keadaan.
Meski sebelum pandemi, sejumlah tantangan telah dihadapi oleh para developer anggota REI tersebut.
Misalkan pada 2018 ada regulasi yang mengharuskan developer yang membangun Rumah MBR mesti memakai ukuran besi jadi minimal 10 (milimeter).
Ada lagi kewajiban pengembang memiliki sertifikat laik fungsi (SLF) sebagai persyaratan akad KPR bersubsidi.
• Masuki Bulan Inklusi Keuangan, Bursa Efek Indonesia-DPD REI Kalbar Gelar Workshop Go Public Online
Lalu di pertengahan tahun 2019 kuota untuk rumah subsidi habis yang otomatis calon konsumen tidak bisa merealisasikan akad KPR.
Sementara pada awal 2020, pengembang kembali terhambat dengan penerbitan IMB di Kubu Raya tidak diakui oleh bank.
Sehingga developer mesti mengkonversi IMB tersebut tersebut menjadi IMB yang diterbitkan oleh aplikasi Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung (SIMBG).
Proses ini pun memakan waktu 1-2 bulan.
“Lalu Maret 2020 hingga hari ini, ada pandemi melanda. Penjualan rumah turut menurun. Kita ketahui pula para Masyarakat Berpenghasilan Menengah (MBR) belum pulih juga kondisi ekonomi mereka, sehingga bank makin selektif untuk meloloskan KPR,” ungkapnya saat konferensi pers, Jumat 19 Maret 2021.
Isnaini mengaku terjadi penurunan jumlah anggota REI. Pada 2020, anggota REI sebanyak 164 perusahaan, sementara hingga Maret 2021 yang melakukan daftar ulang sekitar 137 perusahaan.
• Dompet Ummat dan Rei Kalbar Salurkan 430 paket sembako ke Masyarakat
“Dibandingkan 2020, maka hingga Maret 2021 ada 27 perusahaan tidak daftar ulang. Bisa jadi tidak aktif lagi, atau tutup usahanya, atau menanti cashflow perusahaan membaik baru mereka daftar ulang. Pandemi, membuat developer kehilangan omzet 40-70 persen,” sampainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/musda-x-rei-kalbar.jpg)