Breaking News:

Kader Demokrat Kalbar Ikuti KLB Deli Serdang, Nico : Kita Harus Siap Dipecat dan Juga Bisa Memecat

Perlu menjadi perhatian, kata Nico, supaya menghormati proses yang ada, karena bagaimanapun juga menurutnya PD KLB dan PD AHY, sama-sama punya alasan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peserta KLB Partai Demokrat Deli Serdang asal Kalbar, Dr. Nico. R. Toun, MM. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peserta KLB Partai Demokrat Deli Serdang asal Kalbar, Dr. Nico. R. Toun, MM meminta kader Partai Demokrat (PD) yang ada khususnya di Kubu AHY agar tidak terlalu reaktif terkait permasalahan Partai Demokrat ditingkat pusat.

"Mengenai KLB PD Deli Serdang Sumatera Utara seharusnya DPD dan DPC, jangan terlalu reaktif," kata Nico, Rabu 24 Maret 2021, kepada Tribun.

Perlu menjadi perhatian, kata Nico, supaya menghormati proses yang ada, karena bagaimanapun juga menurutnya PD KLB dan PD AHY, sama-sama punya alasan dan landasan konstitusional yang diyakini benar. 

"Sebetulnya jika kita sama-sama menghormati hukum, maka tidak boleh ada gerakan dari pihak manapun juga. Selesaikan dulu proses hukum yang di hadapi oleh Demokrat. Sengketa ini sangat serius, terutama dalam mengembalikan Partai Demokrat ke jati dirinya kepada partai yang santun, demokratis, dan taat hukum," katanya.

Baca juga: Jajaran Pengurus PD Ke Polda Kalbar, Demokrat Kalbar Harap Kerjasama

Kader, lanjutnya, harus menjadikan partai ini menjadi partai yang modern, terbuka, nasionalis, dan religius, dengan menghilangkan sistem dinasti.

"Secara pribadi, saya ikut terlibat secara langsung, bagaimana pendirian dan cita-cita Partai Demokrat dari awal sekali. Tidak ujuk-ujuk," jelasnyam

Khususnya di Kalbar, dipaparkan Nico Ketua Pertama Alm Ir. Syaikun Riadi, karena meninggal, digantikan Arya Tanjungpura, S. Sos. Setelah itu, Alm. Henry Usman Kemudian Muda Mahendrawan, sebagai Plt. Setelah itu terpilih Suryadman Gidot.  

Sedangkan ia pribadi pada tahap Awal 2003, di tunjuk oleh Arya TanjungPura , S. Sos, sebagai ketua DPC Demokrat Kabupaten Sintang. 

Kemudian 2008, terpilih Sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Kalbar, mendampingi Ketua DPD terpilih saat Itu Henry Usman. Kemudian secara berturut turut dua Periode, ditunjuk sebagai Sekretaris MPD PD.

Setelah Henry Meninggal 2009, ia melaksanakan Tugas Ketua DPD, untuk  kemudian yang selanjutnya menunjuk Muda Mahendrawan, menjadi Plt, sampai pada terpilihnya Suryadman Gidot, sebagai ketua DPD.  

"Apa yang saya sampaikan, sesuai Amanah DPP PD Hasil Kongres luar biasa, harus tetap menjaga aset PD, termasuk Struktur DPD, DPC, DPRD, yang ada. Karena sejatinya persoalan ini adalah soal konsitusi partai yang harus ditegakkan, ujarnya.

Lanjut dikatakannya, ketika KLB PD ini telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka DPD, DPC, DPRD menjadi bagian yang utuh dalam membangun Partai Demokrat, kembali ke jati diri Partai Demokrat.

Kepada semua pihak, kata Nico, selama status quo ini, jalankan tugas partai, dengan tidak terpengaruh oleh situasi konstitusional partai, yang saat ini sedang berproses di tingkat pusat.  

"Jadi sekali pagi saya mengimbau, jangan terprovokasi oleh situasi Pusat. Pemecatan yang diusulkan DPD, kami menilai positif saja. Karena ini terkait masalah hukum, dan sebagai konsekuensi, kita harus siap di pecat, dan juga bisa memecat," katanya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved