Pekan Ini Belasan Sekolah di Pontianak Akan Laksanakan Swab kepada Guru dan Murid
Namun demikian, Handanu menerangkan, memang dalam pemeriksaan swab tidak bisa diambil semua sekolah, yang pihaknya akan lakukan adalah mengambil sampl
Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa pihaknya terus memonitor dan melakukan skrining kepada guru dan siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka secara terbatas.
Namun demikian, Handanu menerangkan, memang dalam pemeriksaan swab tidak bisa diambil semua sekolah, yang pihaknya akan lakukan adalah mengambil sampling dan secara acak.
"Minggu ini Insya Allah kita akan ambil 12 sekolah, jadi ada 6 SD dan 6 SMP yang akan kita swab semuanya. Selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan PCR," ujarnya, kepada wartawan, Senin 23 Maret 2021.
Baca juga: Wali Kota Pontianak Minta Siswa dan Guru yang Ikut Belajar Tatap Muka di Rapid dan Swab
Sampai dengan hari ini, lanjut Handanu, proses pembelajaran tatap muka secara terbatas di Kota Pontianak berjalan sebagaimana mestinya, yaitu dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan bahkan diakuinya sampai saat ini pihaknya tidak mendapatkan laporan kasus siswa atau guru yang sakit atau mengalami gejala lainnya.
Kendati demikian, Handanu mengungkapkan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kelanjutan kebijakan belajar tatap muka.
"Jadi kegiatan pemeriksaan swab ini memantau skrining tingkat keterpaparan, bilamana nanti ditemukan hasil yang positif dengan hasil yang signifikan, tentu akan kita ambil kebijakan menyesuaikan dengan kondisi. Tetapi apabila ditemukan tidak signifikan, misalnya hanya satu, kita perkuat protokol kesehatan saja," ungkapnya.
Menurutnya, untuk hasil pemeriksaan masih belum bisa diprediksikan akan ada yang positif atau tidak, lantaran masih baru dilakukan sampling pemeriksaan swab.
"Kita belum bisa mengandai-andaikan. Kita lihat dulu hasilnya seperti apa," kata Sidiq Handanu.
Diakuinya, memang pada saat ini ditemukan kasus yang sporadis berdasarkan kontak erat dari beberapa pasien, namun diungkapkannya tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang ditemukan kasunya tinggi.
"Bahkan kemarin hasil pemeriksaan swab di prominent dari 43 orang hasilnya negatif semuanya," ungkap Kadiskes Kota Pontianak.
Untuk itu, ia menerangkan sambil menunggu hasil swab yang dilakukan, aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas tetap berjalan.
"Karena pertama di sekolah tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, kemudian kedua, dia (siswa dan guru_red) tidak sakit, artinya berjalan seperti biasa dan Kuncinya adalah pelaksanaan protokol kesehatan, sehingga bilamana ada kasus masuk sekolah, itu tidak terjadi kluster," pungkasnya. (*)