Breaking News:

PLN Dorong Cinta Mempawah Mangrove Jadi Desa Wisata Unggulan

Saat ini luasannya ada 2 hektare. Hanya kami sarankan jika ingin menanam sebaiknya di bulan 3-6 karena faktor cuaca yang mendukung.

TRIBUN/DOK
PLN Kalbar bersama stakeholder melakukan penanaman mangrove di Cinta Mangrove Park, di Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL), Kabupaten Mempawah, sebelum pandemi. PLN Kalbar sejak 2018 lalu melalui Program PLN Peduli ikut mengembangkan desa wisata di Desa SBBL. TRIBUN/DOK 

Tuai Manfaat dari Program Bina Lingkungan PLN 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Matahari mulai redup sore itu. Beberapa pengunjung tampak menyusuri kubus balok sambil menikmati deburan ombak. Tak berhenti di situ, mereka pun mulai memainkan gawai (gadget) mengabadikan momen saat berada di Cinta Mangrove Park. 

Cinta Mangrove Park telah dibuka untuk umum sejak 2016 silam. Terletak di  Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL), Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten.

Untuk menjangkaunya, dari Kota Pontianak Ibu Kota Kalimantan Barat, tak sulit, hanya memerlukan waktu 1,5 jam dengan kendaraan.

Baca juga: Optimalkan Pembangkit Ramah Lingkungan, PLN Kalbar Dorong Penggunaan EBT

Saat tiba, pengunjung disambut gapura yang bertuliskan Cinta Mangrove Park.

Hanya dengan membayar Rp 5.000, pengunjung bisa menikmati keindahan hutan mangrove dengan menyusuri jembatan titian (track). Wisata ini buka setiap hari dari pukul 10.00-17.00 WIB.

Tempat wisata kelolaan pemerintah desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) ini menyuguhkan pesona hutan mangrove, sebagai kekayaan alam.

Cinta Mangrove Park bisa meraup pemasukan hingga Rp 2 juta dalam sepekan. Masyarakat pun menuai manfaat dari hutan mangrove ini.

Baca juga: PLN Sigap Atasi Gangguan di GITET Bengkayang

Pembangunannya tak sekedar untuk spot foto destinasi wisata mengisi laman medsos, namun punya fungsi penting sebagai penahan laju abrasi. Kabupaten Mempawah memiliki garis pantai yang cukup panjang. Mempawah pun terancam abrasi serius, termasuk di Desa SBBL kondisi

pantai tersebut sangat kritis sehingga dilakukan penanaman mangrove dan pemasangan kubus pemecah gelombang.

Halaman
1234
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved