Pasca Terbaliknya KMP Bili, Pengendara Keluhkan Kondisi Jalan Alternatif Berlubang dan Rusak Parah
Kata dia, akibat dari pengalihan arus lalu lintas melalui Tanjung Harapan-Teluk Kalong, semua kendaraan angkutan barang dan penumpang yang menuju Jawa
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sejumlah sopir angkutan barang yang melintasi ruas jalan Sekura kecamatan Teluk Keramat-Tekarang, mengeluhkan kondisi jalan yang setiap hari mereka lintasi mengalami rusak parah.
Salah satu sopir angkutan ekspedisi itu adalah Meri, dia mengatakan dampak dari kecelakaan air tunggal yang dialami oleh KMP Bili, dirinya harus menggunakan jalan alternatif yang menghubungkan Kecamatan Teluk Keramat dengan Kecamatan Tekarang, Jawai, dan Jawai Selatan.
"Sejak kapal Feri di dermaga Perigi Piai mengalami kecelakaan, kami para sopir harus menggunakan penyeberangan Tanjung Harapan-Teluk Kalong," ujarnya, Minggu 28 Februari 2021.
Kata dia, akibat dari pengalihan arus lalu lintas melalui Tanjung Harapan-Teluk Kalong, semua kendaraan angkutan barang dan penumpang yang menuju Jawai dan sekitarnya harus menggunakan ruas jalan Sekura-Tekarang yang saat ini kondisinya kerusakan parah.
Baca juga: Legislator Sambas Sebut DPRD Akan Segera Bahas Raperda Pembentukan KPAID
"Terdapat 10 titik ruas jalan yang kami lintasi yang rawan amblas, mulai dari desa Berlimang hingga Desa Sengawang," ungkap Meri.
"Dalam satu hari ini saja, ada beberapa kendaraan yang amblas bahkan terguling saat melintas dijalan tersebut," sambung Meri.
Karena kondisi jalan yang seperti itu, Meri meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas untuk dapat memperhatikan ruas jalan di jalur tersebut.
"Kami minta pemerintah Kabupaten Sambas segera memperbaiki jalan tersebut, karena sudah banyak kendaraan yang terguling dan amblas," tutup Meri. (*)