Breaking News:

Terdakwa Tipikor Reboisasi KPHP di Kapuas Hulu Terancam 20 Tahun Penjara

Mereka bernama beranisial KV sebagai PPK, HS menjabat sebagai Direktur PT Pawan Dari Manunggal, dan OS jabatan Direktur PT Savero Prima Sakti

TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Martino Manalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO ID, KAPUASHULU - Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Martino Manalu menyatakan, tiga orang terdakwa kasus perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) pembuatan tanaman reboisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Reboisasi Pengkayaan (KPHP) Kapuas Hulu, telah menjalani persidangan perdananya.

"Para terdakwa tersebut di ancam hukuman pidana penjara maksimal 20 tahun penjara, dan di denda maksimal Rp 1 miliar," ujarnya kepada Tribun, Rabu 24 Februari 2021.

Dijelaskan bahwa, para terdakwa tersebut adalah merupakan pembuatan tanaman reboisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan Reboisasi Pengkayaan (KPHP) Kapuas Hulu.

"Mereka bernama beranisial KV sebagai PPK, HS menjabat sebagai Direktur PT Pawan Dari Manunggal, dan OS jabatan Direktur PT Savero Prima Sakti," ucapnya.

Baca juga: Kejari Kapuas Hulu Tahan 3 Tersangka Kasus Tipikor, Amankan Barang Bukti 1,3 Miliar

Dalam pembacaan dakwaan di persidangan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), masing-masing terdakwa, didakwa dengan dakwaan Primair Subsidiair, yaitu dakwaan Primair melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 Tahun 1999 Tentang pemberantasan Tindak pidana korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dakwaan Subsisiair pasal 3 jo 18 Undang-Undang RI nomor 31 Tahun 1999 Tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Sidang akan dilanjutkan kembali dengan agenda acara pembacaan eksepsi dari penasihat hukum," ungkapnya.

Berita sebelumnya bahwa, kalau perkara Tipikor tersebut merupakan kegiatan pembuatan tanaman reboisasi pengkayaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) di Kecamatan Badau yaitu di Desa Semuntik (Blok I dan Blok III) seluas 450 hektare, Desa Seriang (Blok I dan Blok III) seluas 300 hektare, Desa Tajung (Blok I) seluas 300 hektare pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kapuas Hulu, yang bersumber dari anggaran DIPA BA-028 BPDAS Kapuas APBN Tahun Anggaran 2013 dengan barang bukti uang sebesar Rp1,3 miliar. (*)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved