Breaking News:

Hari Pertama Belajar Tatap Muka Dimulai, SMA/SMK di Sekadau Terapkan Prokes

Baik dari termogun, wastafel yang diletakkan di gerbang, gedung sekolah dan toilet. Juga mewajibkan siswa menggunakan masker di lingkungan sekolah. Pi

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Suasana belajar mengajar tatap muka di SMK Keling Kumang Sekadau, Kalimantan Barat Senin 22 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sejumlah SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Kabupaten Sekadau mulai laksanakan belajar mengajar tatap muka di hari pertama, protokol kesehatan menjadi syarat utama, Senin 22 Februari 2021.

Penerapan protokol kesehatan itu terlihat di SMK Keling Kumang, dan sejumlah SMA sederajat lainnya di Kabupaten Sekadau.

Khusus di SMK Keling Kumang Sekadau, Kepala Sekolah SMK KK, Petrus Rendon menjelaskan dalam rangka penerapan protokol kesehatan yang baik, pihak sekolah sudah menyiapkan sarana dan prasarana.

Baik dari termogun, wastafel yang diletakkan di gerbang, gedung sekolah dan toilet. Juga mewajibkan siswa menggunakan masker di lingkungan sekolah. Pihak sekolah juga menyediakan masker sebagai antisipasi jika ada siswa dan tamu yang tidak membawa masker.

Sejak para siswa dan tamu mulai memasuki gerbang sekolah, juga sudah berdiri seorang Security dengan menggunakan termogun untuk mengecek suhu tubuh sebelum memasuki lingkungan sekolah.

Untuk di dalam kelas, siswa juga telah diatur jarak antar meja. Yang mana dulunya satu meja untuk dua orang siswa, sekarang satu meja untuk satu orang siswa.

Baca juga: SD dan SMP di Sekadau Belum Belajar Tatap Muka, Plh Bupati Sebut Perlu Persiapan

Terkait proses belajar di kelas, Rendon menjelaskan pihaknya menggunakan dua sif. Sif pertama sebanyak 50 persen siswa masuk pukul 7:00 -9:30 WIB dan sif kedua, pukul 10:00- 13:00 WIB.

Untuk di SMK KK diketahui jumlah siswa saat ini sekitar 1200 orang dengan tenaga pendidik sekitar 40 orang.

Dengan sistem sif, Rendon menuturkan guru memang dituntut untuk lebih ekstra dalam mengajar. Karena dalam satu hari guru ada memberikan materi yang sama untuk dua kali pertemuan.

"Ini harus dilakukan mengingat dalam masa pandemi. Memang kabupaten Sekadau sudah masuk dalam zona kuning, namun kita tetap harus melakukan antisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan terutama di kelas memang jarak siswa sudah di atur. Jam mengajar guru juga ditambah karena ada sif," ungkap Kepsek SMK KK.

Di sisi lain, terkait dengan respon orang tua siswa. Rendon menyebut hingga saat ini masih baik. Para orang tua siswa sebelumnya juga telah diberikan informasi terkait ada Surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar, bahwa untuk zona kuning dan hijau direkomendasikan untuk tatap muka.

Selain itu, orang tua atau wali siswa juga membuat surat pernyataan, kesanggupan dan kesediaan orang tua untuk mengizinkan anaknya mengikuti proses belajar tatap muka di sekolah.

"Sampai saat ini respon orang tua cukup baik, mengingat hampir satu tahun anak-anak tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. Kerinduan siswa-siswi, dan kita sampaikan pihak sekolah juga menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah," tandasnya. (*)

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved