Abu Bakar: Banjir dan Longsor Tahun Ini Jadi Bahan Evaluasi Kita
Karenanya ungkap Abu Bakar hal ini harus menjadi pelajaran untuk Pemerintah, guna melakukan rehabilitasi sungai yang ada di Kabupaten Sambas, khususny
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua DPRD Kabupaten Sambas H Abu Bakar mengatakan, banjir parah yang terjadi di Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Kata Abu Bakar banjir yang terjadi dikabupaten Sambas tahun ini merupakan yang terparah, sepanjang beberapa tahun terakhir di Kabupaten Sambas.
Karenanya ungkap Abu Bakar hal ini harus menjadi pelajaran untuk Pemerintah, guna melakukan rehabilitasi sungai yang ada di Kabupaten Sambas, khususnya di Kecamatan Tangaran.
Menurut Abu Bakar, rumahnya juga menjadi salah satu yang menjadi korban banjir di awal tahun 2021 ini.
"Banjir yang terjadi tahun ini sangat parah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, baru kali ini banjir masuk kedalam rumah saya sekitar 20 cm, dimana tahun-tahun sebelumnya belum pernah," ujarnya, Kamis 18 Februari 2021.
Baca juga: BKKBN: Sambas Jadi Daerah Percontohan Program MKJP di Kalimantan Barat
Disisi lain kata dia, cuaca ekstrim tahun ini tidak hanya menyebabkan banjir di beberapa Kecamatan di Sambas. Akan tetapi juga mengakibatkan longsor di jalan Sajingan Besar menuju Border Aruk.
Dan mengakibatkan jalan putus di Desa Sungai Bening, dimana jalan itu merupakan jalan nasional yang menghubungkan Sambas dan Temajuk.
"Karena hujan dengan intensitas tinggi dan sering ini juga menyebabkan longsor di jalan Sajingan dan jalan putus di Sungai Bening arah Temajuk," katanya.
Dia bersyukur, Pemerintah tanggap untuk mengatasi hal tersebut. Kata dia, sekarang sudah di tangani dan berharap bisa kembali normal.
"Saya juga dapat informasi bahwa pengerjaan jalan tersebut sudah dilaksanakan, dan semoga akses jalan tersebut bisa secepatnya bisa digunakan kembali," tutupnya. (*)