Komitmen Darwis-Rizal untuk Bengkayang, Dari Pariwisata, Listrik Hingga Perbaikan Pelayanan
Dalam acara yang dipandu Pemred Tribun Pontianak, Safruddin, Darwis-Rizal memaparkan sejumlah hal-hal prioritas yang akan dilaksanakannya selama masa
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Pembangunan Infrastruktur tentu tantangannya berat, bagaimana mensiasatinya?
Sebastianus Darwis :
Tentunya kita mengandalkan DAU, kita juga harus rajin komunikasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan lembaga lainnya di DPR RI, DPRD Provinsi, dan juga kita bagaimana investasi.
Bengkayang ini unik, ada bahari, dan ada daratan yang subur, serta punya perbatasan. Mungkin di Kalbar yang sama dengan Bengkayang itu Sambas, jadi laut kita berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan, Kepri, dengan Natuna dan kita punya 12 pulau, 6 pulau berpenghuni, ini peluang yang besar.
Bengkayang didaerah perbatasan juga border sedang dibangun, ada keuntungan Bengkayang pemerintah pusat turun langsung karena Bengkayang punya tiga kecamatan yang berbatasan, Kecamatan Siding, Jagoi Babang dan Seluas. Daerah pesisir didua Kecamatan, Sungai Raya dan Sungai Raya Kepulauan, inilah salah satu potensi Bengkayang.
Jika infrastruktur baik maka wisata juga baik, penunjang wisata, pertanian dan perkebunan. Bengkayang daerah yang subur, sayur-mayur buah-buahan berasal dari Bengkayang, kalau dicari di Gajahmada Flamboyan (Pontianak, red) itu dari Bengkayang. Maka dari itu tentunya infrastruktur kita kejar.
Apakah sudah ada investor yang akan masuk ke Bengkayang?
Sebastianus Darwis :
Sudah banyak, tinggal kita bagaimana membenahi birokrasi perizinan, bagaimana investor masuk mudah, gampang, keamanannya terjamin.
Potensi Pelabuhan Kijing di Mempawah jadi daya tarik, kalau kita buat kawasan industri di Sungai Raya Kepulauan tentunya pabrik akan nyambung ke situ, dan beberapa yang akan membangun pabrik rokok di Jagoi Babang, apalagi akan ada program nasional tentang casava, pabrik singkong, untuk ketahanan pangan, puluhan ribu hektar di Bengkayang. Ini informasi dari pusat dan pemerintah provinsi.
Terkait perizinan, perizinan apa yang akan bapak berikan?
Sebastianus Darwis :
Tentunya kita mau cepat seperti permintaan Presiden, Pak Gubernur juga minta cepat, jangan membuat IMB sampai tiga empat bulan, dan sejenisnya, itu ingin kita pelajari, keinginan pusat bagaimana kita ikuti.
Intinya kita ingin perizinan yang mudah dan cepat, investorkan tidak mau yang berbelit-belit, maka kita berikan kemudahan dan keamanan.
Terkait PLTMH, apakah baru ancang-ancang atau sudah berjalan?
Sebastianus Darwis :
Sudah, di daerah perbatasan Kecamatan Siding di tiga desa, Sungkung 1, 2, 3 sudah berjalan sekitar 4-5 tahun yang lalu. Masyarakat disana sejahteranya dengan listrik, air, namun belum sejahtera dengan infrastruktur, tentu ini menjadi PR kami berdua (bersama Wakil Bupati, red).
Selama ini masyarakat menjual barang ke Entikong, padahal potensi untuk pertanian dan perkebunan cukup besar.
Apakah masyarakat disana maju? Kenapa kemudian masyarakat menjual hasil bumi atau perkebunan dan pertanian ke Entikong?