HAITI Dihantam Kudeta, Presiden Jovenel Moise Beda Nasib dengan Aung San Suu Kyi di Myanmar
Setelah sebelumnya Myanmar pada 1 Februari 2021 lalu, kini giliran Haiti yang dihantam upaya kudeta menggulingkan peminpinnya saat ini.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gelombang kudeta menerpa sejumlah negara di dunia dalam tahun baru 2021.
Setelah sebelumnya Myanmar pada 1 Februari 2021 lalu, kini giliran Haiti yang dihantam upaya kudeta menggulingkan peminpinnya saat ini.
Namun upaya kudeta Haiti kali ini gagal.
Bahkan, pemerintah Haiti pada hari Minggu 7 Februari 2021 waktu setempat telah menangkap setidaknya 23 orang yang diduga terkait dalam upaya kudeta terhadap Presiden Jovenel Moise.
• MYANMAR Kudeta Militer Terkini, Demonstrasi Pecah di Burma Demi Aung San Suu Kyi | Internet Mati
Dilansir dari laman Kontan.co.id yang merangkumnya dari Reuters, beberapa tokoh penting ikut terlibat dalam upaya kudeta Haiti ini.
Beberapa di antaranya seperti seorang hakim Mahkamah Agung dan seorang pejabat polisi senior.
Semuanya ditangkap beserta uang, senjata dan amunisi.
"Orang-orang ini telah meghubungi petugas keamanan istana nasional, perwira tinggi istana nasional yang misinya menangkap presiden, dan juga memfasilitasi pelantikan presiden baru," ungkap Perdana Menteri Haiti Joseph Jouthe.
• KUDETA Militer Myanmar 2021 Terbaru, Ribuan Orang Turun ke Jalan Protes Kudeta | Internet Diblokir
Dari bandara kota Port-Au-Prince, Presiden Moise mengatakan bahwa hidupnya menjadi target utama para komplotan pemberontak tersebut.
Upaya penggulingan Moise pertama kali disampaikan oleh tokoh oposisi, sekaligus mengumumkan rencana untuk menggantikan Moise dengan kepala negara baru.
Pihak oposisi menuduh presiden otoriter dan membawa Haiti menuju kekacauan ekonomi.
Sebelum penangkapan dilakukan, demonstran anti-pemerintah di Port-Au-Prince bentrok dengan polisi.
Tembakan gas air mata dari polisi membuat keadaan semakin tak terkendali.
Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di beberapa kota lain.
• Polemik dan Isu Kudeta Partai Demokrat Pusat, Andi Arief: Moeldoko Sudah Ditegur Presiden Jokowi
Moise pada pertengahan Januari lalu telah mengeluarkan keputusan yang menyatakan akan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu tetapi tidak akan mundur sampai masa jabatannya berakhir pada 2022.