Breaking News:

Kadisdikbud Pontianak Sebut Ada Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Hari Ini Kepada Guru

Sebagaimana diketahui, bahwa vaksinasi tahap pertama diberikan kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pontianak, kemudian Dinas Kesehatan (Dinke

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Kadisdikbud Kota Pontianak Syahdan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Pontianak, Syahdan Lazis menjelaskan, akan ada sosialisasi kepada para guru. Ia juga katakan terkait rencana vaksinasi Covid-19 terhadap guru adalah kewenangan dari Dinas Kesehatan. Pihaknya hanya menyerahkan data guru kepada Dinkes Kota Pontianak.

Sedikitnya, kurang lebih 2000 guru negeri maupun swasta di Kota Pontianak.

"Hari ini akan dilakukan sosialisasi vaksinasi kepada guru, namun untuk mekanismenya merupakan kebijakan dari Dinkes Kota Pontianak," kata Syahdan, Kamis 4 Februari 2021.

Sebagaimana diketahui, bahwa vaksinasi tahap pertama diberikan kepada para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Pontianak, kemudian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak akan melanjutkan program vaksinasi Covid-19 terhadap para tenaga pendidik atau guru.

Kadisdikbud mengatakan, bahwa pihaknya berencana membuka pembelajaran tatap muka di sekolah dengan menunjuk satu sekolah setiap kecamatan sebagai percontohan.

Untuk tingkat pendidikan yang akan menjadi sekolah percontohan pembelajaran tatap muka adalah Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya siswa kelas IX. Namun pihaknya masih menunggu izin dari Wali Kota Pontianak.

Apakah Satpam Disekolah Juga Akan Divaksin, Berikut Penjelasannya

"Kita masih menunggu izin dari Wali Kota Pontianak selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Pontianak," ujarnya.

Sebelum dimulainya pembelajaran tatap muka di sekolah nantinya, guru-guru yang akan mengajar pada setiap sekolah percontohan terlebih dahulu.

Terkait, apakah akan dilakukan uji swab atau vaksinasi. Pihaknya menerangkan tergantung dari Satgas Covid-19.

"Tergantung rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kota Pontianak dan Dinas Kesehatan," katanya.

Syahdan menerangkan, uji swab atau vaksinasi tersebut tidak hanya ditujukan bagi para guru, tetapi juga termasuk staf tata usaha, satpam dan semua yang bertugas di sekolah.

Bahkan tidak hanya itu, Syahdan mengatakan senua fasilitas kesehatan di sekolah nantinya harus siap.

"Setiap sekolah yang menjadi percontohan juga sudah siap dengan fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan," ucapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved