MYANMAR Dihantam Kudeta Militer, Pemimpin Terpilih Aung San Suu Kyi Ditahan, Keadaan Darurat Setahun
Situasi itupun lantas mengudang reaksi dari lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa alias PBB atau United Nation - UN yang langsung mengeluarkan kecaman
Pemimpin Terpilih Myanmar Aung San Suu Kyi dan Petinggi Partainya Ditangkap
Militer Myanmar mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan Aung San Suu Kyi pada Senin 1 Februari 2021.
Kini, militer mengumumkan keadaan darurat nasional selama satu tahun.
Kepada Reuters, juru bicara NLD Myo Nyunt, mengatakan, Suu Kyi, Presiden Myanmar Win Myint, dan para pemimpin NLD lainnya telah ditangkap pada dini hari tadi.
Pada pemilihan di November tahun lalu, NLD memenangkan cukup kursi untuk membentuk pemerintahan. Tetapi, militer mengatakan, pemungutan suara itu curang.
• Tiga Kapal Asal Malaysia Curi Ikan di Perairan Indonesia, KKP Lakukan Penangkapan, 14 ABK WN Myanmar
NLD memenangkan 83% kursi yang tersedia dalam pemilihan 8 November dalam apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai referendum terhadap pemerintahan sipil Suu Kyi.
Namun, militer membantah hasil tersebut, mengajukan pengaduan ke Mahkamah Agung terhadap Presiden Myanmar dan ketua komisi pemilihan.
Ketakutan akan kudeta militer meningkat, setelah militer baru-baru ini mengancam akan "mengambil tindakan" atas dugaan penipuan. Komisi pemilihan telah menolak tuduhan tersebut.
Materi di artikel ini juga telah tayang di Kontan.co.id dengan judul PBB mengecam penangkapan Aung San Suu Kyi dan kudeta militer Myanmar