AMERIKA Serikat Ancam Militer Myanmar Usai Kudeta Penggulingan Aung San Suu Kyi, Washington Tegas

Amerika Serikat bahkan memperingatkan pihak militer Myanmar akan kemungkinan respons dari Washington atas kudeta tersebut.

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KONTAN.CO.ID
AMERIKA Serikat Ancam Militer Myanmar Usai Kudeta Penggulingan Aung San Suu Kyi, Washington Tegas. Cek selengkapnya di artikel ini Senin 1 Februari 2021 / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gejolak politik yang mendera Myannmar lewat sebuah aksi kudeta militer yang dilangsungkan pada Senin 1 Februari 2021 mendapat sorotan dari Amerika Serikat.

Amerika Serikat atau AS yang kini dipimpin Presiden Joe Biden itu langsung mengambil sikap tegas terhadap kudeta militer di Myanar yang menggulingkan kekasaan Aung San Suu Kyi tersebut.

Negeri Paman Sam julukan Amerika Serikat mendesak militer Myanmar untuk membebaskan pejabat yang ditahan.

Termasuk pemimpin de facto alias pemimpin terpilih Myanmar, Aung San Suu Kyi.

MYANMAR Dihantam Kudeta Militer, Pemimpin Terpilih Aung San Suu Kyi Ditahan, Keadaan Darurat Setahun

Amerika Serikat bahkan memperingatkan pihak militer Myanmar akan kemungkinan respons dari Washington atas kudeta tersebut.

Suu Kyi dan Presiden Myanmar ditahan setelah berminggu-minggu peningkatan ketegangan antara militer dan pemerintah sipil atas tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) pada November tahun lalu.

"Amerika Serikat menentang setiap upaya untuk mengubah hasil pemilu baru-baru ini atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar, dan akan mengambil tindakan terhadap mereka yang bertanggungjawab jika langkah-langkah ini tidak dibatalkan," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, Senin 1 Februari 2021.

Pemerintahan Aung San Suu Kyi Digoyang Militer Myanmar, Pemilu Curang Picu Kemungkinan Kudeta

"Kami mendesak militer dan semua pihak lain untuk mematuhi norma demokrasi dan supremasi hukum, dan membebaskan mereka yang ditahan hari ini," ujar Jen Psaki, seperti dikutip dari laman Kontan.co.id yang merangkumnya dari laman Reuters.

Militer Myanmar pekan lalu mengisyaratkan, pihaknya bisa merebut kekuasaan untuk menyelesaikan klaim kecurangan dalam pemungutan suara, yang dimenangkan oleh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi.

Keadaan Darurat Nasional Setahun Penuh

Usai melakukan kudeta, Militer Myanmar langsung mengumumkan keadaan darurat nasional setahun penuh. 

Sebelumnya, pihak militer Myanmar mengkalim melakukan kudeta atas dasar adanya kecurangan pemilu.

Panglima militer Min Aung Hlaing yang memimpin kudeta milliter kini disebut memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun, menurut sebuah pernyataan di stasiun televisi milik militer.

NetBlock mangabarkan militer kini menduduki balai kota Yangon sekaligus mengontrol data internet seluler serta layanan telepon.

WAKIL Myanmar Burmese Ghouls Tim Pertama Lolos Semifinal M2 World Championship 2021

Penduduk juga melaporkan konektivitas internet turun secara drastis.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved