Breaking News:

Polda Kalbar Masih Dalami Motif Pria Pembuat Berita Bohong Tentang Vaksin Covid-19

“Jadi anggota kami saat melakukan patroli cyber, menemukan atas nama akun AS menyebarkan berita bohong terkait vaksin, AS menuliskan dalam postinganny

TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Wakil Direktur reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Pratomo Satriawan saat pimpin konfrensi Pers penangkapan pria pembuat berita bohong terkait Vaksin Covid 19, Kamis 28 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Membuat postingan di kolom komentar sebuah status facebook tentang berita bohong terkait vaksin Covid 19, AS pegawai honorer salah satu instansi di Provinsi Kalimantan Barat harus berurusan dengan kepolisian.

AS di amankan personel Subdit V Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar pada senin 25 januari 2021 di kantornya saat dirinya bekerja.

Ditemui saat konfrensi pers di Mapolda Kalimantan Barat, Wakil Direktur reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Pratomo Satriawan menjelaskan, bahwa AS di amankan kerana telah melanggar pasal 45A ayat 1 Jo Pasal 28 ayat 1 Undang – Undang Nomor 19 tahun 2016, perubahan atas undang – undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik, dan Pasal 14 ayat 2 undang – undang nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum Pidana karena telah menyebarkan berita bohong tentang vaksin covid 19.

Diduga Palsukan Dokumen Izin Pelayaran, Ditreskrimum Polda Kalbar Sita 1 Tongkang dan 5 Tugboat 

“Jadi anggota kami saat melakukan patroli cyber, menemukan atas nama akun AS menyebarkan berita bohong terkait vaksin, AS menuliskan dalam postingannya di kolom komentar ‘’ungkap AKBP Pratomo saat konfrensi pers di Mapolda Kalbar, Kamis 28 Januari 2021.

AKBP Pratomo menuturkan, dalam postingannya AS menuliskan bahwa vaksin covid 19 yang disuntikan merupakan virus yang berbahaya bagi warga.

‘‘Awas itu bukan vaksin tapi virus yang akan menghancurkan rakyat indonesia, pertama disuntik emang tidak nampak terkena langsung virusnya, nanti jelang 4 atau 6 bulan baru kelihatan yang pernah disuntik, timbul penyakit karena virus suntikan td dari veksin tdi, awas hati2 jangan tertipu, hati2 rakyat sebelum disuntik fikirkan sejauh – jauhnya, lebih baik jgn kimah mah udah sehat kok buat apa disuntik, jangan takut dengan korona,’’tulis AS dalam postingannya.

Dijelaskan Pratomo, vaksin Covid 19 yang ada sudah melalui peneletian yang panjang dan dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah dan kesehatan atas kelayakannya.

“Yang kita permasalahkan itu adalah penyebaran berita bohong terkait vaksin Covid 19, padahal seperti kita ketahui bahwa vaksin itu sudah di adakan pemerintah melalui penelitian yang lama bukan kemarin sore di ciptakan lalu hari ini suntikkan,’’ujarnya.

Satbrimob Polda Kalbar Berikan Bantuan Logistik Kepada Masyarakat Yang Terdampak Bencana Alam

“Sebelum siap di edarkan pemerintah, Vaksin Covid 19 ini juga di kaji oleh MUI (majelis ulama indonesia), sehingga vaksin yang masuk ke Indonesia itu di pastikan halal dan suci,’’jelasnya.

kemudian, sebelum mengamankan dan menetapkan AS sebagai tersangka, di jelaskannya pihak Polda Kalbar sudah meminta pendapat saksi ahli terlebih dahulu terkait tulisan yang dibuat oleh AS.

Dari hasil pemeriksaan terhadap AS, di ungkapkan Pratomo AS menggunakan akun pribadinya dalam membuat postingan di kolom komentar terkait vaksin tersebut, dan tulisan tersebut murni kata – kata yang dibuat oleh AS bukan merupakan kata – kata saduran.

“Untuk motif masih kita dalami, apakah ini spontanitas, atau fikiran yang sempit, atau memang untuk menghasut masyarakat untuk tidak mau di vaksin, dan ini semua masih kita dalami,’’katanya.

Pratomo menyesalkan hal yang di lakukan oleh AS, terlebih AS bekerja di salah satu instansi yang termasuk satu gugus tugas penanganan Covid 19 di Kalbar, kepada masyarakat, AS menghimbau untuk tidak takut dan tidak mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya, terlebih terkait vaksin covid 19. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved