Gelombang Tinggi, Sejumlah Nelayan Singkawang Tak Berani Melaut

Kalau Desember 2020 kemarin, saya masih ada turun sekali dua kali, tapi ndak berani lama, paling dua tiga jam sudah balik.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Kurnia
Ibrahim Saleh, nelayan asal Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang merawat kapalnya lantaran tidak dapat berlayar akibat angin kencang dan gelombang laut tinggi. Rabu 20 Januari 2021./Rizki Kurnia 

Kondusif
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat nelayan mewaspadai potensi gelombang hingga empat meter di perairan Singkawang, Sambas, dan Selat Karimata.

Baca juga: Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Nelayan Singkawang Tak Dapat Berlayar

Subkoordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Sutikno menjelaskan, saat ini gelombang laut masih masuk kategori tinggi sekitar 2,5 hingga 4 meter di wilayah Laut Natuna dan Anambas. "Termasuk di wilayah Kota Singkawang dan Kabupaten Sambas," kata Sutikno.

Diperkirakan, lanjutnya, gelombang laut semakin kondusif pada kategori rendah hingga sedang, mulai 22 Januari 2021.

Namun, potensi pasang air laut akan berada pada puncaknya lagi diprakirakan terjadi mulai 27 Januari 2021.

Dia menghimbau kepada masyarakat khususnya nelayan untuk selalu waspada dengan gelombang tinggi tersebut. Sedapatnya para nelayan untuk memikirkan kembali aktivitas melautnya hingga gelombang laut benar-benar kondusif.

Selain itu, dia mengatakan setelah periode cuaca ekstrem di Kalimantan Barat yang terjadi sepekan lalu tercatat sejak kemarin sudah lima hari tidak hujan di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

"Diprakirakan potensi terjadinya hujan rendah ini masih akan berlangsung hingga 24 Januari 2021," katanya. Salah satu dampak positif daru rendahnya potensi hujan ini, menurutnya adalah surutnya genangan atau banjir yang telah terjadi sepekan yang lalu.

"Perlu diwaspadai dampak lain dari rendahnya potensi hujan ini adalah potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.

Bantuan Pemerintah

Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Herry Kin mengaku prihatin dengan kondisi para nelayan di Kota Singkawang yang saat ini tidak dapat berlayar akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

Pasalnya, dengan tidak melaut, artinya para nelayan ini tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Apa lagi informasi yang saya terima, gelombang tinggi bisa terjadi berbulan-bulan, seperti ini kan tentu memprihatinkan," kata Herry Kin, Rabu 20 Januari 2021.

Dia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban para nelayan yang tidak bisa melaut ini.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 dan pastinya juga berdampak bagi ekonomi masyarakat khususnya nelayan.

Selain itu, dia juga mengimbau para nelayan untuk sementara waktu tidak pergi melaut dengan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi.

"Kita pasti tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi, kondisi seperti ini lebih baik teman-teman nelayan tidak melaut dulu," pintanya. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved