Angin Kencang dan Gelombang Tinggi Nelayan Singkawang Tak Dapat Berlayar
Ibrahim Saleh, salah seorang nelayan setempat mengatakan angin kencang serta gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak awal bulan November 2020 lalu
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Angin kencang dan gelombang laut tinggi menghambat aktifitas para nelayan di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang untuk berlayar.
Ibrahim Saleh, salah seorang nelayan setempat mengatakan angin kencang serta gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak awal bulan November 2020 lalu dan berlangsung hingga saat ini.
Sejak itu pula, dirinya dan para nelayan lain tidak berani berlayar untuk mencari ikan di laut.
"Kalau bulan lalu (Desember 2020-red) masih ada turun sekali dua kali, tapi ndak berani lama, paling dua tiga jam udah balik, sekarang udah tidak berlayar sama sekali, gelombang tinggi sama angin kuat," papar Ibrahim kepada wartawan, Rabu 20 Januari 2021.
Baca juga: Kemenkumham Kalbar Terjunkan Tim Selidiki Dugaan Asusila Pejabat Imigrasi Entikong
Cuaca seperti ini, dia nilai sangat berbahaya bagi nelayan untuk berlayar, pasalnya tingginya gelombang dapat menenggelamkan kapal-kapal nelayan.
"Pernah kejadian berberapa waktu lalu, ada nelayan Tambelan (nama tempat-red) yang memaksakan berlayar, kemudian tenggelam dan belum ketemu mayatnya," ungkap Ibrahim.
Pria yang telah 30 tahun lebih menjadi nelayan ini mengatakan cuaca seperti ini memang biasa terjadi setiap tahun. Dimulai di bulan Oktober dan biasanya akan berakhir sekitar bulan April.
Lantaran tidak dapat melaut, Ibrahim menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merawat kapalnya.
Sedangkan kebutuhan sehari-hari, dia dan istrinya terpaksa harus dipenuhi oleh anak-anak dan menantunya.
Selain itu, di saat cuaca bagus, perharinya Ibrahim bisa mendapatkan puluhan kilogram ikan dan menghasilkan ratusan ribu rupiah.
"Paling sedikit Rp 200 ribu lah per hari, kalau lagi banyak rezeki bisa Rp 500 ribu, tapi di potong uang bahan bakar per harinya sekitar Rp 200-Rp 300 ribu tergantung jumlah pemakaian BBM," jelasnya. (*)