APAKAH Sholat Tahajud Harus Tidur Terlebih Dahulu ? Sholat Tajahud Berapa Rakaat yg Bagus ?

Ada banyak faedah alias fadhilah dari melaksanakan sholat Tahajud yang biasa juga dikenal dengan nama lain Qiyamul lail ini. 

Penulis: Ishak | Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
APAKAH Sholat Tahajud Harus Tidur Terlebih Dahulu ? Sholat Tajahud Berapa Rakaat yg Bagus ? Simak penjelasan berikut terkait pelaksanaan ibadah sunnah Sholat Tahajud alias Qiyamul Lal / ILUSTRASI. 

Sholat Tajahud Berapa Rakaat yg Bagus

Pertanyaan ke dua yang cukup populer yakni terkait dengan Sholat Tahajud berapa rakaat yg bagus untuk dilaksanakan. 

Terkait hal ini, dikutip dari berbagai sumber terutama dari laman Rumaysho dijelaskan bahwa jumlah raka’at shalat tahajud yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at.

Jumlah rakaat ini yang satu di antaratanya disebut sering menjadi pilihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat mengerjakan sholat Tahajud. 

Baca juga: Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat dan Bacaannya Lengkap Arab Indonesia Latin

Pendapat ini satu di antaranya dapat ditemui dari hadist dari Aisyah r.a yang menjelaskan :

مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا

Artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (HR. HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738)

Selain itu, ada pula keterangan dari Ibnu Abbas yang menjelaskan :

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ

Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat malam 13 raka’at. ” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764)

Pendapat lainnya juga ada dari keteranga yang diriwayatkan Zaid bin Kholid Al Juhani yang mengatakan: 

لأَرْمُقَنَّ صَلاَةَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- اللَّيْلَةَ فَصَلَّى. رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ أَوْتَرَ فَذَلِكَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً.

Artinya: “Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan.

Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya.

Beliau pun lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved