Gubernur Sutarmidji Sebut 40 Orang Keluarga Penumpang Sriwijaya SJ182 Sudah Input Data Ante Mortem
Tapi kita memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk keluarga korban disini. Pihak Sriwijaya juga sudah menempatkan mereka di hotel Dangau
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji meninjau Posko Informasi di Gedung Serbaguna Candra Dista Wiradi yang berada Sebelum pintu masuk Bandara Supadio, Minggu 10 Januari 2020.
Di gedung Serbaguna ini juga sudah dibentuk Posko Antemortem Tim DVI (Disaster Victim Investigation) dari Polda Kalbar yang sudah berada di gedung tersebut.
Usai melakukan pengecekan di dalam Posko dan menemui langsung keluarga korban, Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa apa yang telah dilaksanakan saat ini sudah sesuai SOP dan tidak ada kendala.
Ia mengatakan terkait perkembangan terbaru dari temuan serpihan pesawat juga harus diklarifikasi lagi.
Baca juga: Kisah Asrizal dan Keluarga Batal Naik Pesawat Sriwijaya Air Karena Tak Kantongi Surat Hasil Swab PCR
“Tapi kita memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk keluarga korban disini. Pihak Sriwijaya juga sudah menempatkan mereka di hotel Dangau, tapi saya minta dikawasan ini ada ruang tempat mereka istirahat yang nyaman karena biasa mereka mau dekat dengan Posko,” ujarnya.
Ia mengatakan kalau nantinya ada jenazah yang datang akan di antar sampai ke tempat tinggal.
“Pokoknya terus kita ikuti perkembangan nanti dalam waktu tertentu ada press rilis dari Basarnas yang lebih kompeten karena kalau dilihat dari data hampir semua warga Kalbar,” ujarnya.
Sutarmidji mengatakan untuk input data Antemortem sudah hampir tuntas ada sekitar 40 orang dari keluarga korban sudah melakukan pendataan.
Dikatakannya kalau sudah ada keluarga di Jakarta tidak menginput data di Pontianak lagi.
Bahkan dikatakannya ada keluarga yang datang ke Posko sampai sembilan orang untuk dilakukan pengencekan data.
“Pastinya nanti yang diinput data terkait alamat, golongan darah dan keterangan lain untuk memastikan kalau seandainya ditemukan bukti untuk dicocokan. Mudah-mudahan bisa cepat. Saya rasa SOP sudah dijalankan dengan baik,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalbar akan membantu semaksimal mungkin yang menjadi kewenangan dari Provinsi dan juga melalukan kordinasi dengan Basarnas dan kepolisian.
“Sebagai contoh koordinasi dengan kepolisian untuk pengangkutan jenazah apakah sudah ada untuk pengangkutan sampai ke rumah bahkan ada yang di Ketapang yang harus menggunakan angkutan pesawat lagi,” ujarnya.
Dari Ketapang juga dikatakannya bisa di bantu dari Pemda ketapang untuk mengantar sampai ke rumah yang bersangkutan.
“Tadi juga ada ibu dari Sambas nanti bisa kita antar sampai ke Sambas,” ucapnya.
Baca juga: SRIWIJAYA AIR - Kabar Terbaru Pencarian Pesawat Sriwijaya Rute Jakarta Pontianak Membuahkan Hasil