Martono Jelaskan Mengapa Partisipasi Pemilih di Beberapa Kecamatan Rendah
Dijelaskan oleh Martono, dari penjelasan pihak Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) memang masih banyak warga Sambas yang bekerja di luar Kabupaten S
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas Martono menyampaikan presentase partisipasi masyarakat pada pemilihan pilkada Sambas, Kamis 7 Januari 2021.
Disampaikan Martono, hal itu karena beberapa hal salah satunya adalah karena faktor pekerjaan sehingga tidak bisa kembali ke Sambas.
"Info sementara dari PPK, karena banyak yang kerja keluar," ujarnya.
Dijelaskan oleh Martono, dari penjelasan pihak Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) memang masih banyak warga Sambas yang bekerja di luar Kabupaten Sambas.
Baca juga: Rizal: Literasi Demokrasi Sambas Meningkat
Sehingga hal itu bisa mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pilkada Sambas.
"Masyarakat ramai pergi keluar Sambas, ada yang kerja di PT, kerja sawit, ada juga yang kerja di Malaysia," katanya.
Namun demikian diungkapkan oleh Martono tentu ada faktor lain yang bisa menjadi penyerta mengapa partisipasi pemilih di Sambas tidak begitu tinggi.
"Tapi ini hanya info awal dari PPK, tentunya banyak faktor lainnya yang mempengaruhi dr partisipasi Masyarakat," tutupnya.
Namun demikian, secara umum partisipasi pemilih di pilkada Sambas 2020 meningkat dari pilkada Sambas 2015 lalu. Dimana pada Pilkada ini partisipasi pemilih Se-Kabupaten Sambas meningkat menjadi 66.85 persen.
Sedangkan pada Pilkada 2015 lalu, tingkat partisipasi pemilih hanya sebesar 59 Persen. Ini menunjukkan ada perbaikan pelayanan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap Pilkada dan pemilihan kepala daerah. (*)