Gubernur Sutarmidji: Besok Vaksin Covid-19 Didistribusikan ke Kalbar, Jumlahnya 18.360 Vial
Ia menjelaskan terkait siapa yang akan mendapatkan vaksin gratis akan diberitahukan melalui SMS Blash karena data mereka sudah ada di BPJS semua sampa
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat , H Sutarmidji mengatakan bahwa sebanyak 18.360 Vial Vaksin COVID-19 Sinovac akan didistribusikan ke Kalbar besok, Selasa 5 Januari 2021.
Ia mengatakan memang kalau untuk pemberitahuan scara resminya sampai hari ini sebagai Ketua Satgas Penangan COVID-19 Provinsi Kalbar, Sutarmidji mengatakan belum menerima apapun.
“Tapi kalau dari Whatsapp besok. Total yang mau diantar itu sekitar 18.360 Vial Vaksin COVID-19 Sinovac,” ujarnya kepada awak media, Senin 4 Januari 2021.
Kemenkes telah mengalokasikan vaksin Sinovac untuk Kalbar sebanyak 50 ribu vial dan tahap pertama yang didistribusikan ke Kalbar sebanyak 18.360 vial.
“Kita dalam waktu dekat ini ada 50 ribu Vaksin untuk Se-Kalbar yang nanti akan digunakan untuk Nakes Se-Kalbar sebanyak 27 sampai 28 ribu, untuk TNI Polri 9 sampai 10 ribu. Kemudian berikutnya kita belum tahu,” ujar Sutarmidji.
Baca juga: Harisson Menjelaskan Siapa Saja Kriteria yang Tidak Diberikan Vaksinasi Sinovac
Ia menjelaskan terkait siapa yang akan mendapatkan vaksin gratis akan diberitahukan melalui SMS Blash karena data mereka sudah ada di BPJS semua sampai pada registrasi no vaksin untuk siapapun itu sudah ada di BPJS.
Dikatakannya untuk persiapan tempat penyimpanan vaksin Kalbar sudah punya karwna selama ini sudah punya vaksin tertentu, dan tenpat penyimpanan sudah ada dan sudah siap.
Sedangkan untuk angkutannya dari Bandara ke tempat penyimpanannya menggunakan mobil unruk pengangkut vaksin karena harus ada ruangan pendinginnya.
“Kemudian untuk distribusi ke daerah-daerah sampai ke kabupaten kita juga sudah siap. Di kabupaten juga pasti punya tempat penyimpanan vaksin. Jadi untuk tempat penyimpanan itu harus seperti minimal ada ruang 0-2 derajat,” jelasnya.
Ia mengatakan Puskesmas yang menjadi pelaksana vaksinasi sampai ke kecamatan.
Sedangkan untuk pelatihan tenaga medis tidak ada yang spesifik karena hanya menyuntik seperti suntik yang lain.
Baca juga: Penjelasan Kadiskes Kalbar Terkait Tahapan Pelaksanakan Vaksinasi Covid-19
“Makanya Nakes harus disuntik dulu nanti karana pelaksananya Nakes pasti tau. Kita sudah siapkan semuanya untuk pengamanan vaksinnya yang sudah aman dan sudah lebih dari biasanya,”ujarnya.
Ia mengatakan kalau Badan POM sudah memberikan izin mulai melakukan penyuntikan kapan dan siapa yang dapat duluan akan diatur daei pusat.
“Masing-masing orang sudah ada. Dari kedatangan, distribusi, penggunaan sudah ada SOPnya tidak boleh dilanggar.
Baca juga: Nakes Punya Riwayat Penyakit Komorbid Belum Bisa Divaksin untuk Tahap Pertama, Ini Penjelasan Sinto
Penyimpanan vaksin tidak ada khusus, ruang standarnya sudah ada,” ujarnya.
Dikatakannya kenapa Nakes duluan supaya untuk meyakinkan itu, kemudian dilanjutkan TNI POLRI baru masyarakat.
“Masyarakat kalau ada mengidap penyakit tidak boleh, kemudian usianya juga sudah ditentukan. Kalau saya sudah tidak bisa di vaksin karana pertama ada autoimun, kemudian usia sudah 59 keatas, sehingga saya harus memproteksi untuk hal-hal lainlah,” pungkasnya. (*)