Breaking News:

Satgas Covid-19 Tinjau Sekaligus Simulasi Arena Permainan di Ayani Mega Mall Pontianak

Menurut Bahasan, simulasi ini merupakan tindaklanjut dari surat permohonan yang masuk dari arena permainan anak, yang meminta untuk dapat diberikan iz

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Tim Satgas Covid-19 meninjau arena permainan di Amazone Ayani Mega mall Pontianak, Rabu 30 Desember 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak meninjau arena permainan di Mega Mall A.Yani diantaranya Amazone dan Beebeeland.

Selain meninjau kesiapan arena permainan, juga simulasi penerapan protokol kesehatan covid-19 pada arena permainan yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan beserta jajaran Satgas Covid-19 Kota Pontianak menyaksikan simulasi operasional tempat permainan anak tersebut.

Menurut Bahasan, simulasi ini merupakan tindaklanjut dari surat permohonan yang masuk dari arena permainan anak, yang meminta untuk dapat diberikan izin beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Karena sudah sejak bulan Maret mereka tidak beroperasi," kata Bahasan saat meninjau simulasi di arena permainan anak-anak Amazone di A Yani Megamal, Selasa 29 Desember 2020.

Ia menambahkan, selama tidak beroperasi, pihak pengelola telah mempelajari bagaimana pelaksanaan protokol kesehatan yang benar.

Pihak pengelola juga bersedia menyanggupi untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Untuk itulah kami dari pihak Pemerintah Kota Pontianak bersama Tim Satgas Covid-19 Kota Pontianak meminta untuk dilaksanakannya protokol kesehatan," tuturnya.

Baca juga: Amazone Ayani Mega Mall Pontianak Siap Operasionalkan Dengan Prokes

Dari hasil pemantauan di lapangan, Bahasan menerangkan, tidak semua permainan anak-anak bisa dimainkan lebih dari dua orang. Artinya, tidak 100 persen permainan yang ada bisa dipergunakan.

Hal ini sebagai upaya penerapan protokol kesehatan. Dia meminta penerapan protokol kesehatan benar-benar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan konsisten dalam penerapannya.

Pihaknya tidak hanya memantau pada saat simulasi saja, tetapi dalam pelaksanaan sehari-hari.

"Apabila kedepan ditemukan pelanggaran maka akan kita berikan sanksi bahkan hingga pidana," ucapnya.

Saat meninjau arena permainan tersebut, dirinya melihat sudah dipasang tanda-tanda dalam hal penerapan protokol kesehatan. Jika hal tersebut sudah terpenuhi, maka pihaknya bisa memberikan izin untuk beroperasi.

"Untuk pengunjung, juga dibatasi dengan mengurangi 25 persen dari kondisi normal,"pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved