Peran Perempuan Sangat Penting Dalam Mengelola Keuangan Keluarga Ditengah Pandemi Covid-19
Anggota IWAPI sebagian besar adalah para pengusaha kecil dengan persentase mencapai 85 persen.
Pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah memaksa seluruh anggota keluarga menghabiskan waktu di rumah saja.
“Kegiatan yang sebelumnya selalu dilakukan diluar terpaksa dilakukan di rumah. Alhasil momen seperti ini membuat peran wanita lebih dibutuhkan. Perempuan masa kini, kata Okta, memainkan banyak peran dalam keluarga anak-anak tidak bosan berdiam diri di rumah,” katanya.
Direktur Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Borneo, Reny Hidjazie, mengatakan berbagai program dilakukan PPSW Borneo. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan perempuan sehat, kuat, dan berdaya.
Dengan misi salah satunya meningkatkan taraf hidup dan kapasitas perempuan, PPSW Borneo melakukan berbagai program seperti pengorganisasian masyarakat.
Kegiatan utama ini mengorganisir kelompok perempuan di level desa, kelurahan, dan juga kelompok besar.
"Untuk Kalbar, mereka berkumpul di dalam serikat besar perempuan basis seperti Serikat Perempuan Basis Khatulistiwa (SPBK) dan secara nasional PPSW mempunyai Federasi Serikat Basis yang tersebar di Aceh, Riau, Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Saat ini melebarkan sayap ke NTT, NTB," ujarnya.
Setiap kegiatan yang dilakukan kata Reny harus memproses peningkatan kapasitas semua orang baik yang ada didalam program maupun yang ada dalam proses pendampingan.
PPSW terlebih dahulu melakukan penelitian sebelum mulai bergerak, seperti penelitian yang dilakukan pada kesehatan reproduksi.
Pihaknya juga melakukan dokumentasi untuk pembelajaran, untuk pengembangan ekonomi yang dilakukan adalah pengembangan ekonomi kerakyatan dan kami melakukan proses advokasi.
Program yang dilakukan pada akhirnya kata Reny bagaimana pengembangkan kapasitas perempuan.
Reny mengatakan ada 7 program, di antaranya sosial ekonomi, kesehatan reproduksi, berkaitan dengan hukum, politik yang lebih kepada penguatan peran sehingga perempuan dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, isu lingkungan lebih ke cara mengolah sesuatu menjadi bermanfaat dan menekan kerusakan lingkungan. Terakhir soal pendidikan yang dimulai dengan pendirian PAUD.
Dalam kerangka pemberdayaannya kata Reny PPSW Borneo melakukan 5 kunci. Pertama tentang kesejahteraan perempuan, pihaknya memastikan tingkat kesejahteraan perempuan. "Bagaimana perempuan bisa berpikir kritis jika kampung tengahnya tidak aman," ujarnya.
Kedua yaitu akses, Reny mengatakan jika dilihat akses perempuan sangat minim. Misalnya akses pendidikan dimana data menunjukan rata-rata tingkat sekolah hanya sampai SMP.
Angka kematian saat melahirkan juga cukup tinggi, data PPSW sangat sedikit perempuan yang memiliki akses permodahan, pengembangan usaha hingga akses kesehatan. "Peran kita bagaimana membuka semua akses tersebut sebesarnya,” katanya.
Ketiga adalah kesadaran kritis, ini merupakan yang utama. Keempat soal partisipasi, PPSW mendorong tingkat partisipasi perempuan sehingga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.