Breaking News:

Pilkada Serentak

Masa Tenang Berpotensi Jadi Momentum Serangan Fajar

Serangan fajar sasarannya adalah pemilih yang pragmatis transaksional karena pemilu bagian dari pesta demokrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Krisantus Heru Siswanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Cerdas Demokrasi Indonesia, Krisantus Heru Siswanto mengingatkan potensi adanya serangan fajar dimasa tenang sebelum pencoblosan pada 9 Desember 2020.

"Harapannya masa tenang menjadi masa permenungan, kontemplasi dan evaluasi bagi para calon dan tim kampanye untuk menenangkan diri sembari beristihat sambil berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun pengawas pemilu harus tetap mewaspadai gerak-gerik peserta pemilu untuk akan mempengaruhi pemilih dengan memberi sejumlah uang yang bisa dikenal dengan sebutan serangan fajar," kata Krisantus Heru Siswanto, Senin 7 Desember 2020.

Serangan fajar hanya dikenal di Indonesia biasanya dilakukan malam atau dini hari sebelum dilaksanakan pemungutan suara secara serempak pula. 

Serangan fajar sasarannya adalah pemilih yang pragmatis transaksional karena pemilu bagian dari pesta demokrasi.

Baca juga: Kapolresta Pontianak Bakal Bentuk Satuan OTT Serangan Fajar

Dimana imej masyarakat yang namanya pesta tentu tidak setiap tahun dilaksanakan. Maka si peserta pesta dalam budaya tertentu harus memberi sejumlah uang kepada para undangan yang datang.

Selain itu karena pestanya 5 tahun sekali tentu gaweannya berbeda dengan pesta pernikahan ini adalah pesta untuk memilih kepala daerah dan menjadi suatu kewajaran si calon kepala daerah memberi sejumlah uang menurut kelompok tertentu. 

Money politik atau politik uang dalam pemilihan kepala daerah atau pemilu, kata Krist merupakan kategori perbuatan pidana pemilihan atau pemilu yang dilarang oleh peraturan perundangan-undangan di negara kita. 

Bahwa money politik atau politik uang dapat mempengaruhi pemilih menentukan pilihannya. 

"Seyogyanya pemilih harus menentukan pilihannya sendiri secara merdeka sebagaimana asas pemilu di negara kita yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil," tuturnya.

Harapannya, lanjut dia, bahwa setiap masyarakat memilih pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat untuk kemajuan daerahnya 5 tahun ke depan.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved