Mahasiswa UT Mempawah Kecewa Terhadap Sistem UAS Take Home Exam Yang Diterapkan Kampus

Alhasil website soal UAS THE yang di kirim tidak dapat di unduh dan tidak bisa dikerjakan oleh mahasiswa dikeranakan situs Down.

Penulis: Ramadhan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mahasiswa Universitas Terbuka Mempawah, Saifudin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Mahasiswa Universitas Terbuka Mempawah, Saifudin merasa kecewa terhadap pelaksanaan Take Home Exam (THE) Semester 2020/21.1 (2020.2) yang terkesan memaksakan diri dan seperti tidak memiliki kesiapan yang cukup matang dari tim IT Universitas Terbuka.

Alhasil website soal UAS THE yang di kirim tidak dapat di unduh dan tidak bisa dikerjakan oleh mahasiswa dikeranakan situs Down.

"Padahal Mahasiswa sudah menunggu soal tersebut dari pukul 01.00 WIB dini hari hingga pukul 21.00 WIB tetapi hasilnya sia-sia," ujarnya, Minggu 6 Desember 2020.

Saifudin juga menganggap pihak Universitas Terbuka sendiri terlalu lemah dan lamban untuk mengambil kebijakan yang tegas atas permasalahan ini.

Baca juga: Cegah Kasus Prostitusi, Kemenag Mempawah Ajak Perkuat Keimanan dan Keilmuan

"Sehingga mahasiswa dibuat tergantung-gantung dan hampir 24 jam hanya disuruh standbye depan laptop sambil menunggu website bisa dibuka yang tanpa kepastian," keluhnya.

Pukul 03.47 pihak Universitas Terbuka mengeluarkan surat edaran bahwasannya pelaksanaan unduh soal UAS THE dan unggah Buku Jawaban Ujian (BJU) UAS THE yang semula dilaksanakan pada tanggal 05 - 06 Desember 2020, di undur pelaksanaanya menjadi tanggal 20 - 21 Desember 2020.

"Dengan surat edaran tersebut menambah kecewaan para mahasiswa," tuturnya.

Saifudin sendiri menyapaikan saran dan harapan untuk para petinggi Universitas Terbuka untuk lebih memperhatikan pelayanan yang baik sehingga tidak merugikan para mahasiswa.

Menurut Saifudin juga, pelaksanaan UAS THE ini alangkah baiknya dilaksanakan secara betahap, dengan pelaksanaan secara bertahap website tidak mudah down.

"Kita juga kasihan dan prihatin sama teman-teman mahasiswa yang dari pelosok pedalaman yang susah akan sinyal, mereka pergi keperkotaan untuk mengakses sinyal atau wifi dengan harapan bisa mengerjakan UAS THE dengan baik, tatapi harapan itu sia-sia," paparnya.

"Begitu juga dengan teman-teman mahasiswa yang kerja, mereka izin cuti kerja," tutupnya. (dhn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved