Breaking News:

6 Warkop di Pontianak Tutup, Adriana: Kalau Belum Melakukan Penutupan, Kami akan Tutup Paksa

Kalau memang belum melakukan penutupan, maka kami bersama tim akan tutup paksa. Tetapi hingga saat ini sudah patuh

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Muhammad Rokib
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana Farida. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Lagi-lagi ditemukan sebanyak 7 orang kasus baru konfirmasi positif covid-19 dari pengujung salah satu warung kopi di Jalan Reformasi, Pontianak Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Kasat Pol PP Kota Pontianak dari hasil razia yang dilakukan pada Sabtu 28 November 2020 malam kemarin.

Hingga kini pun, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pontianak, Syarifah Adriana Farida mengatakan sebanyak enam warung kopi di Kota Pontianak yang sudah melakukan penutupan sementara waktu.

Penutupan tersebut dikatakannya lantaran ditemukan ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19 dan didapatkan pengelola maupun pengujung yang reaktif hingga dinyatakan positif covid-19.

Baca juga: Ditemukan 7 Kasus Konfirmasi Positif Covid-19, Sutarmidji: Kalau Perlu Warkopnya Tutup Sebulan

Dari enam warkop tersebut, di antaranya disebutkan Kasatpol PP adalah Warkop Asiang, Warkop Tiam, Warkop 2 Lantai, Warkop King dan Aming.

Dan terakhir adalah Warkop Unlimited di Jalan Reformasi Pontianak Tenggara.

Karena pada warkop Unlimited ini ditemukan pengunjung yang positif covid-19, Syarifah Adriana pun meminta agar dilakukan penutupan sementara waktu selama tiga hari.

"Mulai besok ditutup dari tanggal 2, 3 dan 4 (Desember 2020). Dan surat sudah kita layangkan, kemudian besok malam kita aka periksa. Kalau memang belum melakukan penutupan, maka kami bersama tim akan tutup paksa. Tetapi hingga saat ini sudah patuh," tegasnya, Selasa 1 Desember 2020.

Petugas gabungan menggelar razia protokol kesehatan sekaligus melakukan rapid dan swab test kepada pengunjung warung kopi Unlimited, Jalan Reformasi, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 28 November 2020 malam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu Widoyono menyayangkan pengunjung dan pengelola warung kopi mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak duduk dan tidak membatasi pengunjung Warkop.
Petugas gabungan menggelar razia protokol kesehatan sekaligus melakukan rapid dan swab test kepada pengunjung warung kopi Unlimited, Jalan Reformasi, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 28 November 2020 malam. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu Widoyono menyayangkan pengunjung dan pengelola warung kopi mengabaikan protokol kesehatan dengan tidak menjaga jarak duduk dan tidak membatasi pengunjung Warkop.

Syarifah Adriana menjelaskan terkait dilakukan penutupan sementara, lantaran agar dilakukan sterilisasi dan penyemprotan disinfektan selama waktu yang ditentukan.

Baca juga: Pertanyakan Akurasi Hasil Swab Covid-19, Sutarmidji: Tutup Laboratorium Swasta Tanpa Uji Mutu

Bahkan diungkapkannya, ada perbedaan waktu penutupan jika yang terkonfirmasi positif covid-19 adalah pengelola atau pengunjung warung kopi.

"Proses penutupan terlepas dari denda kalau misalnya ada yang tidak memakai masker maka dikenakan denda, namun jika ada yang ditemukan positif. Maka akan dilakukan penutupan gunanya untuk pembersihan," tambah Syarifah Adriana.

"Jika pemilik dan karyawannya yang positif, maka tutup lebih lama atau sejak dinyatakan reaktif sudah ditutup," tukas Syarifah Adriana.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved