Ketum AAUI Maknai Moment Insurance Day 2020 Sebagai Intropeksi Pelaku Asuransi

Kedepan kata dia sistem yang bisa diakses mobile tersebut juga bisa untuk menyalurkan beasiswa untuk pelajar maupun mahasiswa.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Maskartini
Ketua AAUI Pontianak Jhon Muklis beserta anggota dan pengurus AAUI yang merupakan perwakilan Perusahaan Asuransi Umum di Kalbar bersorak usai penyelenggaraan event Virtual Celebration Hari Asuransi 2020, Jumat 23 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Hastanto Sri Margi Widodo salam sambutannya mengatakan memaknai Insurance Day bukan sebagai area berhura-hura tetapi pada hakekatnya harus menjadi momen intropeksi pelaku asuransi.

"Pelaku asuransi harus menunjukkan kepada bangsa kita pada krisis ini kita menunjukkan diri kita yang sebenarnya.

Moment hari asuransi ini momen kita menunjukkan kita usaha yang berguna bukan hanya untuk melindungi resiko tetapi juga memberi berbagai kebaikan," ujarnya.

Ia mengapresiasi khusus cabang Pontianak yang sudah menyalurkan program pembagian sembako.

"Saya mengucapkan selamat karena AAUI Kalbar lah yang pertama menjalankan usaha kemanusiaan yang didorong pusat dengan sistem yang ada.

Program ini memang berguna untuk membagikan sembako tetapi sekarang kita lihat banyak kepala cabang yang menyalurkan donasi melalui ini," dorongnya.

Baca juga: Hari Asuransi 2020, AAUI Pontianak Gencarkan Edukasi Pentingnya Asuransi Kepada Masyarakat

Kedepan kata dia sistem yang bisa diakses mobile tersebut juga bisa untuk menyalurkan beasiswa untuk pelajar maupun mahasiswa.

Pihaknya juga akan meningkatkan literasi dengan memberikan kepada masyarakat asuransi melalui aplikasi yang ada.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat, Moch Riezky F Purnomo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada insan asuransi yang tergabung dalam AAUI Pontianak yang telah memperingati insurance day.

"Tahun 2020 adalah tahun yang berbeda, dimana seluruh dunia dihadapkan pada covid19.

Namun pandemi ini tidak boleh menyurutkan semangat untuk bangkit khususnya industri asurasi maupun industri keuangan berinovasi," ujarnya.

Tantangan di dunia asuransi kata Riezky semakin kompleks mengingat indeks inklusi asuransi hanya 13,15 persenan.

Ia mengungkap indeks literasi asuransi 2019 cukup tinggi diangka 19,4 persenan.

Hal tersebut menyiratkan ada 6 persenan masyarakat yang mengetahui tetapi tidak menggunakan produk asurasi.

Hal ini berbeda dengan industri keuangan lainnya yang mana angka inklusi lebih tinggi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved