Breaking News:

Teriakan Terakhir Bocah Rangga yang Meninggal Demi Lindungi Ibunya dari Niat Bejat Pria Mantan Napi

Dek Rangga dianggap sebagai pahlawan, setelah bocah 9 tahun itu mempertaruhkan nyawa demi membela ibunya DN (28), saat hendak diperkosa residivis.

Editor: Marlen Sitinjak
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Foto Dek Rangga (9) semasa hidup dan tersangka Samsul Bahri (36). 

Samsul Bahri masuk ke rumah korban melalui pintu depan dengan mencongkel kunci kayu menggunakan parang.

Setelah pintu terbuka, Samsul melihat korban yang sedang tidur bersama anaknya.

“Pelaku langsung datang menghampiri dan meraba-raba tubuh korban. Korban terbangun dan melihat pelaku sudah tanpa pakaian dan memegang senjata tajam berupa parang,” ujar Arief.

DN spontan langsung membangunkan anaknya Rangga agar lari menyelamatkan diri.

Begitu terbangun, Rangga melihat pelaku dan langsung berteriak.

Itulah teriakan terakhir dari Rangga karena seketika Samsul Bahri membacok Rangga di bagian pundak sebelah kanan.

Samsul Bahri lantas mendorong tubuh DN dan kembali menebaskan parangnya ke bagian leher Rangga, dilanjutkan dengan menusuk pundak sebelah kiri dan bagian dada masing-masing sebanyak satu kali.

“Setelah itu, pelaku menyeret korban DN keluar dari rumah dan mencoba memperkosa korban,” imbuh Kasat Reskrim.

Karena melawan, Samsul Bahri kemudian mencekik leher dan membenturkan kepala DN ke rabat beton jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.

Samsul kemudian memperkosa korban dan setelahnya DN mengalami pingsan.

Saat tersadar, DN sudah berada ke perkebunan kelapa sawit yang berjarak 10 meter dari jalan.

Pelaku kembali memperkosa korban untuk kedua kalinya.

Baca juga: Pembunuhan di Singkawang: Suami Habisi Istri di Semak Belukar, Dibuat Seolah Korban Perkosaan

“Setelah itu, sambil mengikat tangan korban menggunakan kain, pelaku mengatakan kepada korban DN, ‘Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya’. Korban menjawab ‘Jangan, biar bapaknya aja yang kubur’,” ujar Iptu Arief.

Setelah itu, Samsul Bahri kembali ke rumah korban dan membawa karung yang berisikan tubuh Rangga ke arah sungai.

Pelaku kembali lagi ke rumah dan membawa karung kedua yang bergerak-gerak dan meletakkannya sekitar 3-5 meter dari DN.

Menurut keterangan Kasat Reskrim, Samsul saat itu terlihat seperti sedang mengorek-ngorek tanah.

Dia kemudian mengambil karung yang bergerak-gerak dan selanjutnya berjalan ke arah sungai selama kurang lebih 30 menit.

Melihat kesempatan itu, DN berusaha melepaskan ikatan di tangannya dan tepat saat azan Subuh berkumandang, DN berhasil melepaskan ikatan dan langsung berlari ke rumah warga untuk meminta pertolongan.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim, saat itu Samsul Bahri sempat tiga kali melakukan pemerkosaan terhadap DN.

Dari Iptu Arief pula diketahui bahwa DN ternyata sedang dalam kondisi hamil muda, dengan usia kandungan sekitar 2-3 bulan. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Dibunuh saat Tolong Ibunya Hendak Diperkosa, Nama Dek Rangga Trending, Warganet: Syurga Menantimu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved