Breaking News:

Kadin Kalbar Nilai Transit Pengiriman Ekspor Beratkan Pelaku Usaha

Beberapa di antaranya bahan baku daun kelor, arang dan termasuk kunyit dalam bentuk tepung

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ HAMDAN
Proses pengeringan kunyit untuk menjadi Tepung Kunyit di Pontianak 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, Rudyzar Zaidar Mochtar mengatakan, adanya kebijakan transit ekspor beberapa jenis barang dari Kalbar ke pelabuhan di Jakarta atau Surabaya, telah rugikan pelaku usaha dan berpengaruh pada pengurangan sektor pendapatan asli daerah bagi Kalimantan Barat.

Dirinya menceritakan bahwa para pelaku usaha atau eksportir tidak mengalami masalah untuk mengekspor sejumlah barang.

Beberapa di antaranya bahan baku daun kelor, arang dan termasuk kunyit dalam bentuk tepung.

"Sewaktu masih menggunakan jasa pengiriman Jasa Utama, dari Pelabuhan di Kalbar langsung ke Singapura guna selanjutnya ke negara penerima lainya," ujarnya Rabu 14 Oktober 2020.

Baca juga: Bea Cukai Resmikan Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor Industri Kecil Menengah

Namun demikian, sejak pengiriman barang ekspor di Kalbar tidak lagi dipegang oleh Jasa Utama. barang-barang tersebut harus dikirim dahulu oleh pengirim ke Jakarta karena sejumlah perusahaan enggan langsung mengirim ke Singapura.

Menurutnya beberapa alasan di antaranya "takut" barang yang dibawa mudah terbakar.

"Semua barang tersebut harus transit ke Jakarta dulu baru bisa ke Singapura, sehingga biaya yang dibutuhkan menjadi lebih besar," ujarnya.

Menurutnya hal itu sangat berdampak bagi kami sebagai pelaku usaha, karena biaya yang dibutuhkan menjadi tinggi.

Menurutnya dalam dua bulan terakhir akibat kebijakan itu, ada sekitar 40 hingga 45 kontainer yang akhirnya batal dikirim ke Singapura dalam sepekan

"Bisa kita hitung berapa sudah berapa kerugian para pelaku usaha maupun para petani di Kalbar," ujarnya.

Ia menilai situasi tersebut bukan saja merugikan para pelaku usaha, karena harus menambak cost biaya pengiriman karena harus transit ke Jakarta. Akan tetapi, hal itu juga memberikan dampak hilangnya potensi PAD bagi Kalbar.

"Karena harus transit, maka yang mendapat PAD malah Jakarta, dari sebelumnya harusnya masuk PAD Kalbar," ujarnya.

Baca juga: Dukung Potensi Pertanian Sambas, Erwin Dorong Pemda Bentuk BUMD Khusus Ekspor

Ia menuturrkan bahwa sebenarnya negara tujuan ekspor tidak melarang barang-barang itu dikirim, lantas kenapa barang tersebut saat ini sekarang tidak bisa dikirim secara langsung dari Pontianak melainkan harus transit dulu ke Jakarta.

"Menurut aturan sekarang, kalau ada dalam satu kontainer bermasalah, kontainer itu yang ditahan, bukan kapalnya yang ditahan, sehingga pihak perusahaan jasa ekspedisi tidak perlu takut dalam hal ini," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved