Breaking News:

Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UPB Pontianak Dibentuk Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Kampus

Selain itu juga memastikan kualitas pendidikan yang dijalankan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), bahkan melebihi standar t

Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UPB Pontianak, Prof. Dr. Ir. Rahmatiullah Rizieq, M.Si saat ditemui di kantornya, Pontianak, Rabu (23/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UPB, Prof. Dr. Ir. Rahmatiullah Rizieq mengatakan, Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Universitas Panca Bhakti (UPB) dibentuk sebagai bentuk tanggung jawab kampus.

Selain itu juga memastikan kualitas pendidikan yang dijalankan telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti), bahkan melebihi standar tersebut.

"Kita berkomitmen terhadap mutu makanya kita membuat suatu lembaga penjaminan mutu yang tujuannya menjamin mutu Pendidikan di UPB, dan kita yang mengawal langsung," ujarnya kepada Tribun Pontianak di kantornya, Pontianak, Rabu (23/9/2020).

Ia juga mengatakan, Cikal bakal Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UPB sendiri sudah ada sejak tahun 2006.

Dosen UPB Adakan Workshop Terkait Pembentukan UPHPG

Pada saat itu sudah dibentuk tim Monev Internal yang ditugaskan untuk melakukan monitoring dan mengevaluasi kegiatan tridharma di UPB.

Kemudian tidak bisa dipungkiri bahwa penjaminan mutu sangat penting di perguruan tinggi bahkan di dunia kerja.

Pemerintah maupun swasta menerapkan standar penerimaan karyawannya dengan memberlakukan standar minimal perguruan tinggi (Akreditasi) sebagai salah satu syarat untuk bergabung.

"Penjaminan mutu menjadi bagian yang penting dalam perguruan tinggi, bahkan ketika nanti mahasiswa yang lulus memasuki dunia kerja. Karena tujuan akhir perkuliahan ini tidak hanya sekedar lulus, tapi menjadi SDM yang berkualitas dan bisa menerapkan ilmunya di masyarakat," jelasnya.

SN Dikti menetapkan 24 standar antara lain 8 standar pendidikan, 8 standar penelitian dan 8 standar pengabdian masyarakat.

Adapun fokus Lembaga Penjamin Mutu di UPB hingga saat ini pada standar pendidikan.

"Sampai saat ini yang kita utamakan masih di standar pendidikan. Misalnya standar pendidikan SDM (Dosen) S2, nah kita berusaha meningkatkan kualitas dosen itu dengan lanjut S3, atau dengan kursus yang bisa meningkatkan kualitas diri mereka,” katanya.

“Kemudian adanya standar proses, yaitu sebelum kuliah itu dosen membuat RPS (Rencana Perkuliahan per Semester), termasuk didalamnya metode pengajaran, dan tugas," lanjut Prof. Rizieq.

Setiap tahunnya akan dilakukan audit kepatuhan untuk memastikan seluruh program pendidikan yang diterapkan di UPB telah memenuhi standar yang ditentukan kampus.

Seluruh program yang dilakukan akan dievaluasi, dan jika memang butuh peningkatan akan diberikan sesuai dengan kebutuhan dari hasil evaluasi tersebut.

"Semuanya akan diawasi berdasarkan standar yang telah dibuat. Jika ada prodi atau fakultas yang tidak menjalankan standar akan kita evaluasi berdasarkan hasil Audit Kepatuhan yang kita lakukan sehingga mutu pendidikan UPB akan terus terjaga," tukasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved