Breaking News:

Kukuh Harioso: Petugas Kesehatan Kalbar Siap Layani Swab Test Secara Maksimal 

Karena memakai hazmat atau APD lengkap dengan ruangan terbuka ini sangat lah panas sehingga maksimal 3 jam itu sudah luar biasa

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat melakukan swab test kepada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak, Rabu (16/9/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasi pelayanan kimia klinik laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat sekaligus koordinator pengambilan sampel rapid dan swab test, Kukuh Harioso, SKM.M.Ling menyampaikan, bahwa pihaknya siap untuk melakukan pelayanan secara maksimal terhadap pengambilan sampel rapid maupun swab test.

Hal itu dikatakannya saat melakukan swab test terhadap ribuan mahasiswa dan ratusan dosen di Poltekkes Kemenkes Pontianak, Rabu (16/9/2020).

"Kita lakukan pelayanan semaksimal mungkin dengan jumlah tenaga petugas yang dimiliki sekitar 42 orang semua bisa digunakan dipelayanann dan kita juga membagi tuga untuk tenaga emergency. Jadi ini siap, kapan saja ada tugas mendadak, kita siap melaksanakan," ujar Kukuh Harioso

Ribuan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Ikuti Swab Test

Namun dikatakannya untuk menghindari kerumunan, apabila jumlah orang yang hendak diswab hingga melebihi 200 orang tentu harus dilakukan secara bertahap.

Seperti halnya yang dilakukan di Poltekkes Kemenkes Pontianak sebanyak kurang lebih 1200 mahasiswa dan 120 dosen dilakukan swab secara bertahap dalam sepekan.

"Dilakukan swab test tersebut secara bertahap untuk menghindari kerumunan dan  juga menghemat tenaga bagi petugas-petugas agar supaya tak kelahan.

Karena memakai hazmat atau APD lengkap dengan ruangan terbuka ini sangat lah panas sehingga maksimal 3 jam itu sudah luar biasa," ungkapnya.

Diakuinya sejauh ini, memang masih belum ditemukan kesulitan yang signifikan dilapangan dalam pelaksanaan rapid maupun swab test.

Karena pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan sebelum dilakukan rapid ataupun swab, pihaknya melakukan pendataan terlebih dahulu dua hari sebelumnya.

Yang mana data tersebut diserahkan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

"Selama ini kita koordinasi ke Dinas provinsi minimal data masuk dua hari sebelumnya. Sehingga untuk memudahkan kawan-kawan bekerja dengan cepat, tanpa ada data ini yang membuat lambat contoh seperti  razia, sehingga ada inisiatif identitas kita foto dan kita catat paling tidak nama dan kode, serta nomor HPnya supaya memperlancar dan mempercepat pelayanan kita," pungkasnya. 

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved