Breaking News:

Bea Cukai Pontianak Musnahkan Barang Ilegal Nilainya Mencapai Rp 1,1 Miliar‎

Zul juga mengatakan dalam pemusnahan kali ini Bea Cukai Pontianak turut mengundang beberapa instansi terkait yaitu perwakilan dari KPKNL Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemusnahan barang ilegal yang statusnya Barang Milik Negara (BMN) Bea Cukai Pontianak dilakukan berdasarkan Surat Menteri Keuangan c.q. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Pontianak tahun 2020 yang sudah mendapat persetujuan untuk dilakukan pemusnahan.

Plt. Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Pontianak Zulkarnain mengatakan barang ilegal yang disita itu sudah menjadi milik negara pada KPPBC Tipe Madya Pabean B Pontianak. 

"Maka dilaksanakan Pemusnahan Barang Milik Negara di Kantor Bea Cukai Pontianak pada
hari ini, merupakan upaya untuk menghilangkan nilai guna serta menghindari penyalahgunaan dari barang-barang hasil penindakan,"katanya.

Sex Toys dan Sejumlah Barang Ilegal Rugikan Negara Dimusnahkan Bea Cukai Pontianak

Ia juga menjelaskan Kegiatan penindakan sendiri merupakan salah satu tugas utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Community Protector, untuk menghindari beredarnya barang-barang yang berbahaya, ataupun yang statusnya ilegal (melanggar hukum) di tengah masyarakat.

Zul juga mengatakan dalam pemusnahan kali ini Bea Cukai Pontianak turut mengundang beberapa instansi terkait yaitu perwakilan dari KPKNL Pontianak, Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat.

"Adapun barang-barang yang dimusnahkan terdiri dari 2.234.960 batang rokok, 76 pcs sex toys, krimer merk dairy champ 50 karton, 256 pcs kosmetik dan bedak, 30 keping VCD Porno, kop angin, phone accessories, dan personal effect,"katanya

Lanjutnya, barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan Bea Cukai Pontianak periode tahun 2018 sampai dengan 2020 dari pengawasan di Kantor Pos, Bandar Udara, dan Operasi Pasar.

Bea Cukai Sintete Tingkatkan Koordinasi dengan Pemda Bengkayang Dalam Sosialisasi DBHCHT

"Adapun karakteristik barang-barang di atas adalah termasuk barang-barang dengan kategori :
merusak moral karena mengandung pornografi, Barang Kena Cukai (BKC), dan barang berbahaya untuk kesehatan, dan nilai total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1.154.330.000.

Sedangkan potensi kerugian negara dari nilai Cukai adalah Rp 877.221.800,00,"kata Plt Kasi PLI Bea Cukai Pontianak

Zul juga menjelaskan Barang-barang tersebut melanggar beberapa aturan sekaligus diantaranya, adalah Undang-Undang No. 10 Tahun 1995 j.o. Undang-Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 j.o. Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 60 tahun 2017 tentang Pengawasan Tata  Niaga Impor Alat Kebersihan, Alat Kesehatan, Diagnostik Invitro, dan Perbekalan Kesehatan Rumah  Tangga.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved