Breaking News:

Sex Toys dan Sejumlah Barang Ilegal Rugikan Negara Dimusnahkan Bea Cukai Pontianak

Dalam kesempatan itu, Ahmad Wahyudi mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan dalam menggunakan barang ilegal.

TRIBUN PONTIANAK/Hadi Sudirmasnyah
Kepala Kantor Bea Cukai Pontianak Ahmad Wahyudi saat musnahkan Sex Toys dan barang sitaan lainya hasil penindakan sejak 2018-2020 karena melanggar UU Kepabeanan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bea Cukai Pontianak melakukan pemusnahan beberapa barang-barang ilegal yang disita hasil penindakan karena melanggar Undang-undang kepabean pada Rabu (16/9/2020) siang

Beberapa barang-barang sitaan yakni pakaian bekas (Lelong), Sex toys, kosmetik ilegal, rokok ilegal, minuman beralkohol , HP ilegal, CD Porno dan susu krim kental ilegal yang berasal dari luar negeri.

Pemusnahan ribuan bungkus rokok dan sex toy serta kosmetik ilegal yang sebelumnya dipotong dan dibakar dilakukan di halaman depan Kantor Bea Cukai Pontianak.  

Bea Cukai Entikong Serahkan Paket Sembako Kepada Warga Kurang Mampu di Sekitar Kantor BC

Kepala Kantor Bea dan Cukai Pontianak, Ahmad Wahyudi di Pontianak mengatakan, pemusnahan barang ilegal dengan cara dibakar tersebut merupakan hasil pengungkapan tahun 2018 hingga 2020, yang dinyatakan barang sitaan negara sehingga harus dimusnahkan.

Dia menjelaskan, pemusnahan barang ilegal tersebut merupakan upaya untuk menghilangkan nilai guna serta menghindari penyalahgunaan dari barang-barang hasil penindakan, serta barang ilegal tersebut.

Menurutnya, berbagai jenis barang ilegal itu masuk melalui jalan-jalan tidak resmi di perbatasan Kalbar-Malaysia dan juga sitaan dari razia yang pihaknya lakukan sejak tahun 2018 dan 2020.

"Untuk alat bantu seks tersebut merupakan barang-barang yang masuk dalam kategori merusak moral karena mengandung pornografi, dan merupakan Barang Kena Cukai (BKC), serta berbahaya bagi kesehatan si pengguna," ungkapnya.

VIDEO: Kanwil DJBC Kalbar dan Bea Cukai Entikong Musnahkan BMN Senilai Rp 2,2 Miliar Lebih

Dia menambahkan, masuknya barang ilegal tersebut melanggar Undang-Undang (UU) No. 10/1995, Jo UU No. 17/2006 tentang Kepabeanan.

Selain itu, juga melanggar UU No. 11/1995, juncto UU No. 39/2007 tentang Cukai, UU No. 44/2008 tentang Pornografi, Peraturan Menteri Kesehatan No. 1190/MENKES/PER/VIII/2019 tentang Izin Edar Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Wahyudi mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan dalam menggunakan barang ilegal. 

Selain dapat berbahaya bagi kesehatan, juga merugikan negara lebih dari 800 juta karena barang tersebut masuk secara ilegal.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved