Breaking News:

Amankan Jiwa Warga dan Aset Kelistrikan Pasca Banjir, PLN Terpaksa Stop Aliran Listrik di Putussibau

untuk proses pemulihan suplai listrik ke masyarakat tentunya memerlukan waktu, dan akan dilakukan secara bertahap karena perangkat listrik

TRIBUN/FILE
Petugas memeriksa gardu listrik dalam kondisi banjir di Putussibau, Kapuas Hulu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PUTUSSIBAU - Cuaca ekstrim sejak Jumat (11/9/2020) lalu menyebabkan banjir di beberapa kawasan di Putussibau dan Nanga Pinoh.

Untuk amankan jiwa warga dan pekerja PLN serta asset kelistrikan, PLN terpaksa hentikan pasokan listrik sementara di Putussibau dan beberapa kawasan di Nanga Pinoh.

Bupati Karolin Margret Natasa Tanam Perdana Tanaman Terong di Desa Salumang

Banjir di Putussibau Sudah Berangsur Surut, Segini Ketinggian Air

"Mesin pembangkit dan instalasi kelistrikan PLN terendam air. Untuk menyelamatkan jiwa warga dan asset kelistrikan maka dengan sangat terpaksa kami hentikan aliran listrik sementara sejak hari Minggu tanggal 13 September jam 22.30 WIB kemaren hingga sekarang," ungkap General Manager PLN Kalbar, Ari Dartomo.

Menurut Ari, di Putussibau terdapat 168 gardu distribusi dan semuanya dalam posisi dipadamkan, sementara di Nanga Pinoh ada 51 gardu distribusi yang dipadamkan dari total 305 gardu distribusi yang ada.

Daerah yang mengalami pemadaman antara lain ;

Ds. Tanjung Raya, Kecamatan Sayan, Kecamatan Menukung, Kecamatan Nanga Ella, Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Tanah Pinoh Barat, dan Kecamatan Sokan.

SANG MANAGER Bocorkan Tarif Rizky Billar Sekarang, Dodo: Seminggu Sekali Naik Harga

Apple iPhone 12 Siap Diluncurkan, Cek Spesifikasi Apple iPhone 12

Ari juga menjelaskan, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk sebagai dampak bencana banjir ini pihaknya mensiagakan petugas selama 24 jam memantau kondisi banjir agar tidak menimbulkan korban jiwa khususnya yang berhubungan dengan kelistrikan.

Dikatakannya, untuk proses pemulihan suplai listrik ke masyarakat tentunya memerlukan waktu, dan akan dilakukan secara bertahap karena perangkat listrik maupun mesin pembangkit yang telah terkena air apalagi banjir maka memerlukan perlakuan khusus agar terbebas dari air, hal ini demi keamanan masyarakat secara umum.

"Jika banjir mulai surut maka petugas kami akan segera melakukan pengecekan disetiap gardu distribusi untuk memastikan kondisi gardu serta instalasi listrik benar-benar aman untuk dialiri listrik," jelas Ari.

Satlantas Polres Sekadau Laksanakan Aksi Sosial Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-65

BISA RUSAK Lambung, Jangan Santap Makanan dan Minuman Ini Saat Sarapan, Stop Mulai Sekarang

Dia juga menghimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menjaga keselamatan jiwa terutama yang berhubungan dengan kelistrikan.

"Jika ingin menyalakan listrik di rumah pastikan seluruh peralatan listrik di rumah sudah benar-benar dalam kondisi yang kering, apabila menemukan potensi terjadinya korsleting listrik dapat menghubungi petugas di Kantor Unit Layanan PLN terdekat," jelas Ari.

Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved