Breaking News:

Bupati Karolin Margret Natasa Tanam Perdana Tanaman Terong di Desa Salumang

Harapan kita program ini bisa membangkitkan ibu-ibu untuk membudidayakan tanaman pangan, tanaman sayur mayor untuk kebutuhan keluarga

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ALFON PARDOSI
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa saat tanam terong perdana di Desa Salumang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pada Senin (14/9/2020) kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati Landak Karolin Margret Natasa melakukan tanam perdana kebun pekarangan di Desa Salumang, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Senin (14/9/2020) kemarin.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Landak Sabirin, Anggota DPRD Kabupaten Landak Dapil Landak 3 Nikodemus, Camat Mempawah Hulu serta Kepala Desa Salumang bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Rag’ant.

Karolin Margret Natasa melakukan penanaman tanaman terong dan juga menanam pohon sukun serta melihat pekarangan yang ada di KWT Rag’ant yang menanam aneka sayur mayur untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari sebagai bahan lauk pauk.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa Harap Gapoktan Benahi Data Individu Petani

Bupati Karolin sangat mendukung tanaman pekarangan yang dilakukan oleh KWT Rag’ant, karena dalam masa Pandemi CovidD-19 saat ini ekonomi sangat sulit dan dengan adanya tanaman pekarangan tersebut dapat mengurangi biaya belanja keluarga.

"Harapan kita program ini bisa membangkitkan ibu-ibu untuk membudidayakan tanaman pangan, tanaman sayur mayor untuk kebutuhan keluarga, selanjutnya mulai dipikirkan agar ini dapat menjadi sumber mata pencaharian," ucap Karolin Margret Natasa,

Selain itu Bupati Karolin mengajak kelompok wanita tani untuk sungguh-sungguh melakukan penanaman tanaman pangan, sayur mayor, maupun produk unggulan lain yang bisa menambah pendapatan masyarakat.

"Ke depannya mudah-mudahan kalau Kadesnya serius untuk membina KWT, pengembangan produk-produk unggulan lain di desa itu bisa dipikirkan karena dibeberapa tempat ada yang sudah berhasil. Kalau mau menjadi sumber mata pencaharian ibu-ibu harus kompak tidak bisa satu atau dua kelompok saja yang menanam karena para pengusaha akan membeli dalam jumlah yang besar," terang Karolin Margret Natasa.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved